BONE–Suasana tenang dan santai di Puskesmas Kecamatan Kajuara mendadak berubah, Minggu (20/4/2025) sore. Sekira pukul 15.20 WITA, sebuah mobil berhenti di halaman puskesmas. Dari dalamnya, turun Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.

Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Tak ada protokoler panjang. Kedatangan orang nomor satu di Bone ini adalah inspeksi mendadak (sidak), dan waktunya pun tak biasa di hari libur.

Mata para petugas kesehatan sempat terbelalak. Beberapa langsung merapikan posisi duduk. Beberapa lainnya menyambut dengan senyum penuh was-was. Tapi Bupati Asman tidak datang untuk mencari-cari kesalahan. Ia melangkah satu per satu memeriksa ruang perawatan. Suaranya lembut, namun intonasinya tegas saat menyapa keluarga pasien yang sedang menunggu di bangsal.

“Bagaimana pelayanannya? Sudah baik? Jangan sungkan kalau ada yang mau disampaikan,” ucapnya kepada salah satu keluarga pasien.

Usai berkeliling, Bupati Asman mengumpulkan petugas dan menyampaikan beberapa pesan penting. Di hadapan mereka, ia menegaskan prinsip dasar pelayanan publik: setara dan manusiawi.

“Ingat, jangan membeda-bedakan orang dalam melayani. Semua warga berhak mendapat layanan yang sama. Jangan juga ada kejadian pasien disuruh urus administrasi dulu baru dilayani. Tidak boleh! Terutama untuk kasus darurat, pasien harus didahulukan,” tegasnya.

Sosok yang dikenal rendah hati ini memang bukan hanya pemimpin di atas kertas. Ia turun langsung, meninjau langsung, dan berbicara langsung kepada warganya. Bahkan, dalam sidak tersebut, ia juga mengungkap hal-hal yang mungkin dianggap remeh: kebersihan lingkungan puskesmas.

“Tolong dijaga kebersihannya. Lingkungan yang bersih itu bagian dari pelayanan juga. Kerja harus fokus dan rajin. Jangan lalai,” ujarnya sambil menatap para petugas dengan mata yang tajam namun bersahabat.

Sebagai peraih tanda kehormatan dari Presiden RI atas jasanya di bidang pertanian, Andi Asman Sulaiman tak ingin prestasi hanya berhenti di sektor pertanian. Ia ingin spirit pelayanan prima menular ke semua lini termasuk kesehatan.

Sidak hari itu bukan hanya tentang mengecek fasilitas. Tapi menjadi pengingat, bahwa pelayanan masyarakat adalah tanggung jawab yang tidak mengenal hari libur. (*)