BONE — Rumah Sakit Hamuna, Desa Gona, Kecamatan Kajuara, terasa berbeda. Deretan tamu undangan, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang hadir menyatu dalam semangat yang sama: menyaksikan lahirnya babak baru pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan Kabupaten Bone dan Kabupaten Sinjai.
Sabtu (20/6/2026), Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, secara resmi membuka kegiatan Tasyakuran dan Kerja Sama Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) antara BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit Hamuna yang mengusung tema “Bersama Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Mudah dan Terintegrasi.”
Momentum tersebut bukan sekadar seremoni. Di balik pengguntingan pita yang dilakukan Wakil Bupati Bone bersama Kepala Cabang BPJS Kesehatan Watampone Kedeputian Wilayah IX, Harbu A. Hakim, serta Owner PT Hamuna Harapan Mulia, dr. H. Sukirman, tersimpan harapan besar masyarakat akan hadirnya layanan kesehatan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan berkualitas.
Bagi masyarakat di kawasan selatan Bone dan wilayah perbatasan Sinjai, kehadiran RS Hamuna sebagai mitra Program JKN menjadi jawaban atas kebutuhan layanan kesehatan yang selama ini menuntut perjalanan jauh ke pusat kota. Dengan lokasi yang hanya sekitar tujuh kilometer dari Kota Sinjai dan sekitar 80 kilometer dari Kota Watampone, rumah sakit ini berada pada posisi strategis yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan dengan lebih cepat.
Owner PT Hamuna Harapan Mulia, dr. H. Sukirman, Sp.PA., MARS, mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan BPJS Kesehatan merupakan langkah penting untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang tidak hanya dekat secara geografis, tetapi juga berkualitas dan terintegrasi.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Rumah Sakit Hamuna merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi yang kuat antara rumah sakit, BPJS Kesehatan, dan pemerintah daerah, pelayanan yang cepat, mudah, dan merata diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Komitmen yang sama juga disampaikan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Watampone Kedeputian Wilayah IX, Harbu A. Hakim, S.Kom., M.M., AAAK. Ia menekankan bahwa seluruh peserta JKN berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang adil tanpa diskriminasi.
Menurutnya, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh kesamaan visi seluruh unsur rumah sakit, mulai dari pemilik, manajemen, tenaga medis hingga petugas di garis depan pelayanan. Dengan kolaborasi yang erat bersama fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di wilayah sekitar, RS Hamuna diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
Harbu juga menegaskan bahwa BPJS Kesehatan akan terus hadir sebagai mitra strategis dalam melakukan evaluasi dan peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan. Rumah sakit diharapkan dapat memberikan pelayanan optimal kepada pasien sesuai kapasitas yang dimiliki sebelum memutuskan untuk melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih besar.
Sementara itu, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit Hamuna. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan langkah nyata dalam memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat Kabupaten Bone.
Ia menilai kehadiran RS Hamuna di wilayah perbatasan Bone–Sinjai merupakan bentuk kontribusi besar dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bone menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kehadiran Rumah Sakit Hamuna sebagai mitra Program JKN diharapkan semakin memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan berkualitas,” ujarnya.
Andi Akmal juga memberikan penghargaan kepada pendiri Rumah Sakit Hamuna yang telah menghadirkan fasilitas kesehatan modern di kawasan yang selama ini membutuhkan akses layanan yang lebih dekat.
Baginya, kesehatan merupakan pelayanan dasar yang harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, keberadaan RS Hamuna bersama dukungan BPJS Kesehatan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bone.
Lebih jauh, Wakil Bupati berharap manajemen rumah sakit terus menjaga kualitas pelayanan dan menjadikan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi tenaga kesehatan maupun seluruh karyawan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
Di tengah tantangan pembangunan sektor kesehatan, kerja sama antara BPJS Kesehatan dan RS Hamuna menjadi simbol bahwa pelayanan yang mudah diakses dan terintegrasi dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat. Bukan hanya menghadirkan gedung dan fasilitas, tetapi juga menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat bahwa layanan kesehatan kini semakin dekat dengan mereka.
Acara yang turut dihadiri Direktur RS Hamuna dr. H. Alimuddin, Sp.OG, Anggota DPRD Bone Bustanil Arifin Amri, Direktur RSUD Sinjai dr. H. Rizalul Umar, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Camat Kajuara, unsur Forkopimcam, serta jajaran tenaga medis dan staf rumah sakit itu berlangsung dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan.
Dari Desa Gona, sebuah pesan kuat mengemuka: pelayanan kesehatan yang berkualitas bukan lagi sekadar harapan, melainkan komitmen bersama yang mulai diwujudkan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bone dan sekitarnya. (*)


Tinggalkan Balasan