BONE — Tangisan bayi memecah kesunyian sore di Dusun Kading, Desa Kading, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu (9/8/2026).

Suara itu terdengar dari sebuah rumah yang sedang dalam kondisi kosong.

Niar (33), awalnya tidak menyangka suara yang didengarnya sekitar pukul 17.30 WITA tersebut akan membawanya pada sebuah penemuan yang menggegerkan warga.

Saat itu, Niar hendak mengisi token listrik di rumah milik tantenya. Namun, baru tiba di lokasi, telinganya menangkap suara tangisan seorang bayi.

Ia kemudian mencari sumber suara tersebut.

Langkah Niar terhenti ketika melihat seorang bayi perempuan tergeletak di atas kursi di teras rumah.

Bayi itu hanya terbungkus selembar baju.

Terkejut dengan apa yang dilihatnya, Niar segera meminta bantuan dan melaporkan penemuan tersebut kepada pemerintah desa serta Polsek Barebbo.

Bayi kemudian dievakuasi ke Puskesmas Kading untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Namun, bagi polisi, penemuan bayi itu bukan sekadar kasus penelantaran.

Ada misteri yang harus segera dipecahkan: siapa yang membawa bayi tersebut ke teras rumah kosong dan mengapa bayi itu ditinggalkan?

Jejak Darah di Sekitar Rumah

Kapolsek Barebbo AKP Mukhlis yang berada di Puskesmas Kading langsung memerintahkan personelnya menuju lokasi penemuan.

Polisi bersama Babinsa kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi.

Penyelidikan mulai menemukan titik terang ketika petugas menemukan bercak darah yang telah mengering di sekitar tempat bayi ditemukan.

Temuan tersebut menjadi petunjuk penting.

Polisi kemudian memperluas penyisiran ke kebun pisang yang berada tepat di samping rumah.

Di sana, petugas kembali menemukan setetes darah yang diduga masih baru.

Tak berhenti di situ.

Sekitar 10 meter dari titik tersebut, polisi kembali menemukan bercak darah lainnya.

Jejak itu mengarah ke sebuah rumah milik warga.

Rangkaian temuan tersebut membuat polisi menduga bercak darah itu berkaitan dengan proses kelahiran bayi.

Petugas kemudian menggali keterangan dari pemilik rumah dan menelusuri keberadaan serta aktivitas seluruh anggota keluarga.

Dari pemeriksaan itu, penyelidikan perlahan mengerucut kepada seorang perempuan berinisial NR (26).

Terkunci di Dalam Kamar

NR diketahui merupakan seorang janda.

Ketika polisi hendak meminta keterangannya, NR justru mengunci diri di dalam kamar.

Polisi tidak langsung melakukan tindakan paksa.

Petugas memilih melakukan pendekatan secara persuasif.

Setelah beberapa saat, pintu kamar akhirnya terbuka.

NR kemudian mengakui bahwa bayi perempuan yang ditemukan di teras rumah kosong tersebut merupakan bayinya.

Pengakuan itu sekaligus menjawab misteri yang sejak sore menyelimuti Dusun Kading.

Kapolsek Barebbo AKP Mukhlis mengatakan, NR berhasil diamankan kurang dari tiga jam setelah bayi ditemukan.

“Saat saya berada di lokasi, saya langsung perintahkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Alhamdulillah, kurang dari tiga jam pelaku berhasil diamankan dan sementara masih dimintai keterangan oleh personel,” ungkap AKP Mukhlis saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (10/8/2026).

Lahir Tengah Malam, Dibawa Dini Hari

Berdasarkan pemeriksaan awal, NR mengaku bayi tersebut lahir pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 23.55 WITA.

Polisi memperoleh keterangan awal bahwa bayi tersebut diduga merupakan hasil hubungan NR dengan seorang pria.

Proses persalinan disebut dilakukan tanpa sepengetahuan keluarga.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 03.00 WITA pada Minggu dini hari, NR diduga membawa bayi tersebut secara diam-diam ke rumah milik tantenya.

Rumah itu dalam keadaan kosong.

Bayi kemudian diletakkan di atas kursi teras dan ditinggalkan.

Menurut keterangan awal yang diperoleh polisi, tindakan tersebut diduga dilakukan untuk menyembunyikan keberadaan bayi dari keluarga.

Bayi itu kemudian berada seorang diri di teras rumah selama berjam-jam.

Hingga sore hari, tangisannya terdengar oleh Niar.

Ironisnya, Niar merupakan kakak NR.

Tanpa mengetahui siapa yang membawa bayi tersebut ke rumah kosong itu, Niar justru menjadi orang pertama yang menemukan dan menyelamatkan bayi tersebut.

Bertemu Kembali dengan Bayinya

Setelah diamankan, NR dibawa ke Puskesmas Kading.

Di tempat itu, ia melihat bayi yang sebelumnya ditemukan di teras rumah kosong dan diduga merupakan anaknya.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan penanganan bayi sekaligus proses hukum terhadap dugaan tindakan penelantaran tersebut.

“Setelah berhasil diungkap, terduga pelaku kemudian dibawa ke Puskesmas untuk melihat kondisi bayinya. Setelah itu, kami melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk penanganan proses hukumnya,” kata AKP Mukhlis.

Meski identitas orang yang diduga membawa bayi ke teras rumah telah terungkap, kasus ini belum sepenuhnya selesai.

Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa.

Penyidik masih memastikan bagaimana proses persalinan berlangsung, alasan bayi ditinggalkan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang mengetahui atau berkaitan dengan kejadian tersebut.

Untuk sementara, satu misteri telah terjawab.

Bukan suara tangisan bayi yang akhirnya membawa polisi kepada ibunya, melainkan jejak-jejak darah yang tertinggal di sekitar rumah kosong.

Dari bercak yang nyaris mengering itu, polisi menyusun kepingan peristiwa hingga akhirnya menemukan sosok yang diduga menjadi ibu dari bayi perempuan yang ditemukan seorang diri di teras rumah.

Kini, proses hukum dan penanganan bayi tersebut menjadi perhatian selanjutnya. (*)