BONE–Kabupaten Bone kembali meneguhkan posisinya sebagai salah satu daerah terbaik dalam menjaga stabilitas harga pangan di Sulawesi Selatan. Bank Indonesia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bone yang dinilai sebagai daerah terbaik dalam pengelolaan Mini Distribution Centre (MDC) serta memiliki stok beras dan gula tertinggi dibanding kabupaten/kota lain di Sulsel.
Dalam laporan Bank Indonesia, Bone dan Bulukumba tercatat sebagai dua daerah yang masih mampu mempertahankan kinerja pengendalian inflasi secara optimal. Meski demikian, BI mencatat bahwa penyumbang inflasi terbesar di Bone saat ini adalah komoditas cabai rawit dan ikan bandeng, dua bahan pangan yang memang sangat dipengaruhi oleh cuaca, musim panen, serta distribusi.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini bukan hanya keberhasilan pemerintah, tetapi hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam pengendalian harga.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas apresiasi dari Bank Indonesia. Ini adalah buah dari kerja kolaborasi semua stakeholder. Apa yang kita capai hari ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk bekerja lebih baik lagi ke depannya,” ujar Bupati Asman Sulaiman.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas harga tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pelaku pasar, distributor, dan masyarakat.
Program Mini Distribution Centre (MDC) yang dijalankan Bone dinilai efektif dalam menjaga ketersediaan pasokan dan mengurangi fluktuasi harga. Dengan stok beras dan gula yang terjaga dalam jumlah tinggi, Bone mampu menjadi penyangga kebutuhan masyarakat sekaligus mencegah gejolak harga ekstrem.
Keberhasilan ini juga berdampak langsung pada kemampuan daerah memitigasi potensi inflasi musiman, terutama menjelang hari besar keagamaan atau periode cuaca yang tidak menentu.
Meski berada dalam posisi terbaik, Bupati Asman Sulaiman mengakui bahwa tantangan pengendalian inflasi tetap harus diwaspadai, terutama dari komoditas-komoditas yang rentan terhadap perubahan cuaca seperti cabai rawit dan ikan bandeng.
Pemerintah daerah bersama TPID akan terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi pasokan serta mengoptimalkan pola tanam, penguatan distribusi, dan intervensi pasar jika diperlukan.
Dengan capaian ini, Bone kembali menegaskan diri sebagai daerah yang menjadi rol model pengendalian inflasi di Sulawesi Selatan. Kolaborasi kuat serta pemanfaatan model distribusi modern menjadi kunci keberhasilan yang terus dijaga.
Bupati Asman menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan program-program yang terbukti berhasil dalam menjaga stabilitas harga, sembari terus mencari inovasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. (*)



Tinggalkan Balasan