BONE– Semangat gotong royong kembali menemukan jalannya. Dari Desa Melle, denyut harapan itu menyambung ke seluruh penjuru nusantara ketika Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak, Sabtu (16/5/2026).

Di Kabupaten Bone, momen nasional tersebut diikuti secara virtual oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman bersama Ketua DPRD Kabupaten Bone Andi Tenri Walinonong, SH dan Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus. Pusat kegiatan dipilih di Koperasi Desa Merah Putih Desa Melle, Kecamatan Palakka, Sulawesi Selatan.

Bagi masyarakat Bone, peluncuran koperasi ini bukan sekadar seremoni nasional. Ia menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa yang bertumpu pada kekuatan rakyat kecil petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, hingga industri rumah tangga.

Bupati Bone menegaskan bahwa koperasi hadir sebagai instrumen penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat bawah sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. “Kehadiran koperasi ini sebagai salah satu instrumen di mana ekonomi masyarakat bawah bisa maju dan menjadi stabilisasi harga,” ujar Andi Asman Sulaiman.

Ia menggambarkan sebuah rantai ekonomi yang saling terhubung. Hasil pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga produk industri rumah tangga masyarakat akan dihimpun dan didistribusikan melalui koperasi. Dari sana, produk-produk tersebut kemudian disalurkan ke berbagai sektor konsumsi masyarakat, termasuk dapur program MBG (Makan Bergizi Gratis), warung makan, pusat kuliner, hingga UMKM.

Menurutnya, konsep itu akan menciptakan perputaran ekonomi yang lebih cepat di desa dan kecamatan. Uang tidak lagi hanya berputar di kota besar, tetapi bergerak langsung dari tangan produsen desa menuju kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Tidak hanya menjadi pusat distribusi pangan, Koperasi Merah Putih juga diproyeksikan menyediakan berbagai kebutuhan sarana produksi masyarakat. Mulai dari sarana pertanian, peternakan, hortikultura, hingga kebutuhan perkebunan akan tersedia lebih dekat dan lebih mudah dijangkau warga.

“Yang terpenting, bahan pangan keluarga lengkap dan murah. Paling tidak sama dengan harga eceran yang ada di toko,” katanya.

Di Desa Melle, optimisme itu terasa nyata. Warga melihat koperasi bukan hanya tempat transaksi jual beli, melainkan ruang bersama untuk membangun kemandirian ekonomi desa. Kehadirannya diharapkan mampu memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini sering membuat harga di tingkat masyarakat menjadi tinggi.

Bupati Bone juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung penuh keberlangsungan koperasi tersebut agar mampu berjalan maksimal sesuai harapan pemerintah pusat dan daerah.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Bone akan terus melakukan pengawalan agar koperasi benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan rakyat. Ketersediaan stok pangan, kebutuhan masyarakat, hingga distribusi hasil produksi warga akan terus dipantau melalui jalur koperasi.

“Ini adalah instruksi dan arahan Bapak Presiden yang harus kita sukseskan di daerah demi kesejahteraan rakyat Bone,” tegasnya.

Dari Desa Melle di Kecamatan Palakka, harapan itu kini mulai ditanam. Sebuah gerakan ekonomi berbasis desa perlahan dibangun—bukan hanya untuk memperkuat perdagangan, tetapi juga menjaga agar kesejahteraan tumbuh dari kampung sendiri, oleh masyarakat sendiri. (*)