BONE — Isu yang sempat beredar mengenai kemungkinan pemindahan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 ke tingkat provinsi akhirnya dibantah tegas oleh pihak terkait. Kepastian ini mengemuka setelah rapat koordinasi antara Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) provinsi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel, serta Dispora Kabupaten Wajo dan Bone.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone, H. A. Akbar, S.Pd., M.Pd, mengungkapkan bahwa hasil pertemuan tersebut menegaskan tidak ada perubahan lokasi penyelenggaraan.
“Jadi terkait isu-isu perkembangan pelaksanaan Porprov 2026, ada bias informasi yang menyebutkan kegiatan ini akan dipindahkan ke provinsi. Itu tidak benar,” tegasnya, Jumat,(17/4/2026), usai mengikuti rapat koordinasi di Dispora Provinsi Sulsel bersama jajaran KONI Sulawesi Selatan dan Dispora Wajo pada Kamis, 16 April 2026.
Ia menjelaskan, hasil kesepakatan bersama memastikan bahwa pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan 2026 tetap digelar di dua kabupaten, yakni Wajo dan Bone. “Alhamdulillah semuanya sudah terang. Porprov tetap dilaksanakan di Wajo dan Bone, bukan dipindahkan ke provinsi,” ujarnya menegaskan.
Dalam rapat tersebut juga disepakati pembagian cabang olahraga (cabor) antara dua daerah. Wajo disebut bersedia menjadi tuan rumah untuk 23 cabang olahraga, sementara sisanya akan dilaksanakan di Kabupaten Bone. Namun, pembagian itu masih bersifat fleksibel. Jika hasil visitasi menunjukkan adanya venue yang belum memenuhi standar, maka akan dilakukan penyesuaian lintas daerah.
“Kalau di Wajo tidak memungkinkan, bisa dipindahkan ke Bone. Begitu juga sebaliknya. Jadi semuanya menyesuaikan hasil visitasi KONI dan Dispora Provinsi,” jelasnya.
Terkait jadwal pelaksanaan, Porprov 2026 tetap direncanakan berlangsung pada bulan Oktober. Meski demikian, terdapat kemungkinan penyesuaian waktu maksimal satu bulan, tergantung kebijakan pemerintah provinsi serta kesiapan anggaran daerah. “Kalau bergeser, biasanya menyesuaikan APBD Perubahan. Jadi bisa saja mundur sedikit ke November,” tambahnya.
Untuk menyambut hal tersebut, rencana perbaikan infrastruktur olahraga juga akan mulai dikerjakan, mencakup stadion, gedung olahraga, dan fasilitas pendukung lainnya. “Kami optimis, dengan dukungan penuh pemerintah provinsi dan kerja sama Wajo–Bone, Porprov 2026 akan berjalan sukses,” ujarnya.
Lebih jauh, pelaksanaan Porprov ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga penggerak ekonomi daerah. Ribuan atlet, official, dan pengunjung diperkirakan akan hadir selama event berlangsung. “Ini momentum penting untuk UMKM, perhotelan, dan sektor ekonomi lainnya. Dampaknya pasti luas bagi masyarakat,” katanya.
H. A. Akbar kembali menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai pemindahan Porprov ke tingkat provinsi tidak benar. Hingga saat ini, seluruh pihak tetap berkomitmen menjalankan kesepakatan bersama, yakni pelaksanaan di Kabupaten Wajo dan Bone. “Tidak ada pemindahan ke provinsi. Semua tetap sesuai rencana. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan persiapan berjalan baik,” tutupnya. (*)


Tinggalkan Balasan