BONE – Menjelang senja, Lapangan Merdeka Bone mulai dipenuhi suara peluit, sorak penonton, dan dentuman bola yang memecah udara. Anak-anak berlarian di sekitar arena, pedagang sibuk melayani pembeli, sementara para suporter datang membawa harapan untuk melihat tim kebanggaannya meraih kemenangan. Selama hampir dua pekan, suasana seperti itu menjadi denyut kehidupan baru di pusat Kota Watampone.

Turnamen Bola Voli Beramal Cup 2026 bukan sekadar agenda olahraga tahunan. Kejuaraan yang berlangsung mulai 26 Juli hingga 6 Agustus 2026 ini menjelma menjadi ruang pertemuan atlet, suporter, dan masyarakat dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan dalam semangat persaudaraan melalui olahraga.

Sebanyak 43 tim ambil bagian dalam turnamen ini, terdiri atas 26 tim putra dan 17 tim putri. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Makassar, Maros, Soppeng, Barru, Sinjai, Wajo, hingga tuan rumah Bone. Nama-nama besar seperti Porprov Bone, Porprov Soppeng, JVC Wajo, Cakarnalis Wajo, Polewali, Mines Soro, Trikora Wajo, MBG Bone, BVB Bone, Bhayangkara Asbaka, serta berbagai klub lokal lainnya menghadirkan persaingan yang berkualitas.

Dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bone semakin memperkuat gengsi turnamen ini. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., terus memberikan perhatian besar terhadap penyelenggaraan kejuaraan yang juga didukung Pengkab PBVSI Bone di bawah kepemimpinan H. Muslimin, SE., M.M. dengan Ketua Panitia Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si.

Sejak pertandingan pertama, atmosfer kompetisi langsung terasa. Tim Putri Porprov Bone membuka langkah dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Tellu Siattingnge. Tidak lama berselang, tim Putra Porprov Bone mengikuti jejak tersebut dengan menundukkan Empat Putra melalui skor identik 2-0. Dari lapangan lain, Porprov Soppeng juga tampil percaya diri setelah mengalahkan Pemuda Voli dua set tanpa balas.

Hari demi hari, persaingan semakin menarik. Senin (27/7), lima pertandingan berlangsung silih berganti. TBC Girls mengatasi SMAN 10 Bone, Tea Manis Tonra mengalahkan Kopi Lotong B, sementara di sektor putra Pallas Kampong B, MPB VC Bone, dan Mare sama-sama mencatat kemenangan telak 2-0.

Memasuki Selasa (28/7), kejutan mulai bermunculan. Kajuara Prime sukses menghentikan langkah BVB Bone, sedangkan Bhayangkara Asbaka Gowa tampil impresif saat menumbangkan Cakarnalis Wajo. Namun perhatian penonton tertuju pada duel Waterlife melawan Pemula Mare yang berlangsung hingga rubber set. Pertandingan itu menjadi bukti bahwa semangat juang sering kali lebih menentukan daripada sekadar nama besar sebuah tim.

Babak penyisihan berikutnya kembali memperlihatkan konsistensi sejumlah unggulan. Kopi Lotong A, JVC Wajo, Arhanud, Porprov Bone Putri, BVB Bone Putri, hingga Porprov Wajo terus melangkah dengan kemenangan dua set langsung. Hasil-hasil tersebut semakin memperketat persaingan menuju fase gugur.

Tidak hanya sektor putra yang menjadi magnet perhatian. Persaingan di kategori putri juga berlangsung sengit dengan hadirnya klub-klub daerah, sekolah, hingga perguruan tinggi. Pertandingan antara Porprov Bone, TBC Girls, UKM UMI Makassar, Porprov Wajo, dan tim-tim lainnya menunjukkan bahwa pembinaan bola voli putri di Sulawesi Selatan berkembang semakin kompetitif.

Kini, memasuki Jumat (31/7/2026), Lapangan Merdeka Bone kembali bersiap menyambut ribuan pasang mata. Duel TBC Girls Maros melawan Tea Manis Tonra akan membuka pertandingan sore hari. Setelah itu, Pallas Kampong B ditantang MPB VC Bone dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat.

Namun sorotan utama malam ini tertuju pada pertandingan penutup antara Porprov Bone melawan Trikora Wajo. Dua tim yang sama-sama memiliki tradisi kuat di bola voli Sulawesi Selatan itu dipastikan akan menghadirkan pertandingan penuh gengsi. Di atas lapangan, setiap poin akan diperebutkan dengan kerja keras. Di luar lapangan, ribuan penonton akan menjadi saksi bagaimana olahraga kembali menyatukan masyarakat dalam semangat sportivitas.

Beramal Cup 2026 akhirnya bukan hanya soal siapa yang berdiri di podium juara. Turnamen ini menjadi gambaran bahwa bola voli masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Bone. Ketika senja berganti malam dan lampu-lampu lapangan mulai menyala, setiap pertandingan menghadirkan cerita baru tentang kerja keras, kebersamaan, dan mimpi para atlet yang terus hidup di setiap servis, blok, dan smash yang menggema di Lapangan Merdeka. (*)