BONE — Pagi di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Jumat (18/9/2026), menjadi awal dari sebuah perjalanan baru bagi para peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone.

Di tempat inilah langkah pertama mereka sebagai siswa Sekolah Rakyat dimulai. Bukan sekadar mengenal ruang kelas dan lingkungan sekolah, tetapi juga mengenal sebuah ruang belajar yang diharapkan mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Suasana itu terasa saat Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone.

MPLS menjadi tahapan awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, para tenaga pendidik, tata tertib, sekaligus berbagai program pembelajaran yang akan mereka jalani.

Namun, lebih dari sekadar kegiatan pengenalan sekolah, momentum tersebut menjadi penanda dimulainya proses pembentukan karakter dan perjalanan pendidikan para siswa.

Di hadapan peserta didik, Andi Asman menekankan bahwa pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, buku, ataupun angka-angka dalam rapor. Pendidikan, menurutnya, merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi masa depan.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membangun masa depan. Melalui Sekolah Rakyat, kita ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, membangun karakter, mengembangkan potensi, serta memiliki cita-cita dan masa depan yang lebih baik,” ujar Andi Asman.

Pesan itu menjadi penting di tengah upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup.

Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi tempat anak-anak memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kepercayaan diri, membangun karakter, menemukan potensi, dan berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.

Karena itu, Andi Asman meminta para peserta didik menjalani proses pendidikan dengan semangat, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang siswa tidak semata-mata ditentukan oleh nilai akademik. Ada karakter, kedisiplinan, akhlak, serta kemauan untuk terus belajar yang menjadi bekal penting dalam perjalanan kehidupan.

“Anak-anak harus punya semangat belajar. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi juga bangun karakter, kedisiplinan dan akhlak. Karena itu yang akan menjadi bekal dalam menghadapi masa depan,” pesannya.

Dari Bajoe, perjalanan itu pun dimulai.

Hari pertama pengenalan lingkungan sekolah menjadi bagian kecil dari perjalanan panjang para peserta didik untuk tumbuh dan berkembang. Mereka akan berhadapan dengan pelajaran, aturan, tantangan, persahabatan, serta berbagai pengalaman yang perlahan membentuk diri mereka.

Di balik seragam dan ruang-ruang belajar yang mereka tempati, tersimpan harapan bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk membuka lebih banyak kesempatan.

Pembukaan MPLS tersebut sekaligus menandai dimulainya tahapan pengenalan lingkungan sekolah dan pembentukan karakter peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone.

Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyelenggaraan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Sosial RI, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bone, sejumlah kepala OPD, Camat Tanete Riattang Timur, para guru dan tenaga pendidik, serta peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bone.

Bagi para siswa, Jumat itu bukan sekadar hari pembukaan MPLS. Ia menjadi titik awal—sebuah langkah pertama untuk mengenal dunia pendidikan yang baru, menumbuhkan mimpi, dan perlahan menyiapkan diri menyongsong masa depan. (*)