BONE– Dinas Pendidikan Kabupaten Bone terus memperkuat layanan pendidikan nonformal melalui penguatan kapasitas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Upaya itu diwujudkan melalui berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru dan tutor yang digelar di sejumlah titik di Kabupaten Bone.
Melalui Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF), Dinas Pendidikan Kabupaten Bone menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Sabtu, 16 Mei 2026, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Hj. Andi Rasna, S.Pd., M.Pd membuka sekaligus memberikan penguatan pada kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru/Tutor yang diselenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Forum Pendampingan Pemerhati Anak Indonesia (FP2AI) Kabupaten Bone di Novena Hotel.
Kegiatan yang mengusung tema “Tantangan Sistem Pendidikan di Masa Depan” itu menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas para tutor dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
Tidak hanya itu, Hj. Andi Rasna juga membuka dan memberikan penguatan pada kegiatan Sekolah Alam PKBM Sipakatau di Bulu Tanah yang berlangsung pada 15 hingga 17 Mei 2026. Kehadiran Dinas Pendidikan dalam dua kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal kini mendapat perhatian serius sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bone.
Hj. Andi Rasna mengapresiasi langkah PKBM FP2AI Kabupaten Bone yang dinilai sejalan dengan program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM, khususnya bagi guru dan tutor pendidikan nonformal.
“Apa yang dilakukan PKBM FP2AI sejalan dengan program pemerintah pusat maupun daerah, yakni meningkatkan kualitas SDM para guru dan tutor. Insyaallah ke depan kami akan mengundang seluruh tutor di Kabupaten Bone untuk mendapatkan penguatan kompetensi,” ujarnya.
Menurutnya, peran PKBM sangat strategis dalam membantu pemerintah mengentaskan anak tidak sekolah. Karena itu, sinergitas lintas sektor menjadi kunci keberhasilan layanan pendidikan nonformal di tengah masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus bersinergi, mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten agar anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan dapat kembali belajar,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa tantangan pendidikan masa depan tidak lagi sebatas bagaimana mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter, melatih kemampuan berpikir kritis, serta meningkatkan kecakapan digital generasi muda.
“Jika kita berbicara tentang pendidikan masa depan, maka bukan lagi sekadar mentransfer ilmu, tetapi bagaimana membangun karakter, cara berpikir kritis, dan kemampuan digital. Karena itu tutor membutuhkan peningkatan kompetensi agar mampu menjawab tantangan sistem pendidikan yang semakin kompleks dan relevan bagi generasi kita,” jelasnya.
Semangat penguatan kompetensi tutor yang terus digaungkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone menjadi sinyal bahwa pendidikan nonformal kini bukan lagi pelengkap, melainkan salah satu pilar penting dalam menciptakan generasi yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi perubahan zaman. (*)


Tinggalkan Balasan