BONE– Di tengah aktivitas pelayanan kesehatan yang berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Pancaitana, sebuah momen sederhana namun penuh makna terlihat saat Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menyapa langsung salah seorang warga yang datang untuk berobat pada Rabu, 10 Juni 2026.
Dengan penuh keakraban, Bupati Bone duduk berdampingan dan berbincang hangat dengan seorang warga lanjut usia yang tengah menunggu pelayanan medis. Sentuhan tangan di pundak serta percakapan yang terjalin menggambarkan kepedulian seorang pemimpin yang hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga sebagai sosok yang mendengar dan merasakan langsung kebutuhan warganya.
Suasana di ruang tunggu rumah sakit tampak cair. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bone itu menghadirkan semangat tersendiri bagi pasien maupun tenaga kesehatan. Bagi warga yang sedang berjuang memulihkan kesehatan, perhatian seperti ini menjadi bentuk dukungan moral yang sangat berarti.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik, sekaligus melihat langsung kondisi fasilitas dan kualitas layanan yang diterima masyarakat. Bupati Andi Asman Sulaiman tidak hanya meninjau sarana dan prasarana, tetapi juga mendengarkan berbagai masukan dari pasien terkait pelayanan yang mereka rasakan.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari sikap ramah, cepat tanggap, dan kepedulian kepada setiap pasien yang datang. Karena itu, pendekatan humanis menjadi salah satu nilai yang terus didorong dalam pelayanan publik di Kabupaten Bone.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran pemimpin di tengah masyarakat mampu membangun kedekatan dan kepercayaan. Di sela kesibukan pelayanan rumah sakit, sapaan hangat Bupati Bone kepada warga menjadi pesan bahwa pemerintah selalu berupaya hadir, mendengar, dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bagi warga yang ditemuinya, kunjungan itu mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan menjadi kenangan yang menguatkan, sekaligus menghadirkan harapan bahwa pelayanan kesehatan di Kabupaten Bone akan terus berkembang menjadi lebih baik, lebih dekat, dan lebih manusiawi. (*)


Tinggalkan Balasan