BONE– Suara cangkul dan adukan semen berpadu dengan percakapan hangat antara prajurit TNI dan warga di sekitar Pasar Dusun Patukku, Desa Langi, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Senin (27/7/2026). Di sudut bangunan yang hampir rampung, beberapa personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1407/Bone tampak teliti memasang kloset, menandai tahapan akhir pembangunan jambanisasi yang sebentar lagi siap dimanfaatkan masyarakat.

Bagi sebagian orang, sebuah kloset mungkin hanyalah perlengkapan sanitasi. Namun bagi warga Desa Langi, fasilitas itu menjadi simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih sehat dan lebih layak.

Desa yang berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat Kota Watampone ini menjadi salah satu lokasi sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 1407/Bone. Di tengah kondisi geografis pedesaan, pembangunan jambanisasi menjadi langkah nyata untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan akses sanitasi yang memadai.

Sejak pagi, personel Satgas TMMD bekerja bahu-membahu bersama warga menyelesaikan bagian akhir bangunan MCK. Tidak sekadar membangun fasilitas, kebersamaan yang terjalin selama proses pengerjaan menjadi gambaran nyata semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat.

Komandan Kodim 1407/Bone, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, mengatakan pembangunan jambanisasi merupakan salah satu sasaran fisik TMMD yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.

“Program jambanisasi ini bukan hanya membangun fasilitas MCK, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan sehat. Kami berharap fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan dan dirawat bersama,” ujarnya.

Menurutnya, akses sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar setiap warga. Dengan tersedianya fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko berbagai penyakit yang dipicu oleh lingkungan yang kurang sehat.

Pada pelaksanaan TMMD ke-129, Kodim 1407/Bone membangun lima titik jambanisasi yang tersebar di tiga wilayah, yakni satu titik di Kelurahan Maroanging, Kecamatan Awangpone, dua titik di Desa Langi, Kecamatan Bontocani, serta dua titik di Dusun Samaenre, Kecamatan Kajuara.

“Seluruh sasaran fisik TMMD dikerjakan dengan semangat gotong royong. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan di daerah,” kata Laode Muhammad Idrus.

Selain pembangunan jambanisasi, program TMMD ke-129 juga mengerjakan berbagai sasaran fisik lainnya, mulai dari pembukaan dan peningkatan jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, hingga pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat pedesaan.

Bagi Ahmad (47), warga Desa Langi, pembangunan jambanisasi membawa harapan baru bagi lingkungannya. Selama ini, menurutnya, masih ada warga yang belum memiliki akses terhadap fasilitas MCK yang layak.

“Selama ini masih ada warga yang kesulitan mendapatkan fasilitas MCK yang layak. Kami berterima kasih kepada TNI karena pembangunan ini sangat membantu masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap fasilitas yang telah dibangun tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Di Desa Langi, pemasangan sebuah kloset bukan sekadar pekerjaan konstruksi yang menandai akhir pembangunan. Lebih dari itu, pekerjaan sederhana tersebut menjadi awal lahirnya kebiasaan hidup yang lebih bersih, lebih sehat, dan lebih bermartabat. Melalui TMMD, kemanunggalan TNI dan rakyat kembali menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi masa depan masyarakat desa. (*)