BONE — Upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dan pembelajaran pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terus diperkuat di Kabupaten Bone. Salah satunya melalui pertemuan Komunitas Belajar Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-kanak (K3TK) Kabupaten Bone bersama K3TK/K3TP dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan se-Kabupaten Bone.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Sabtu-Minggu, 12-13 September 2026, tersebut menjadi ruang bersama bagi para kepala satuan pendidikan dan guru untuk memperkuat komunikasi, membangun koordinasi, menyampaikan program kerja, sekaligus berbagi pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.
Selama dua hari, para peserta tidak hanya berdiskusi mengenai program kerja, tetapi juga membahas berbagai persoalan yang dihadapi satuan PAUD, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pengelolaan lembaga dan proses pembelajaran.
Kepala Bidang PAUD dan PNF/Kesetaraan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Hj. Andi Rasna, S.Pd., M.Pd., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa penguatan komunitas belajar menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas pengelola dan pendidik PAUD.
Menurutnya, kegiatan KKG sebenarnya telah memiliki agenda rutin setiap bulan. Namun, Dinas Pendidikan Kabupaten Bone sengaja mendorong pelaksanaan pertemuan secara serentak minimal dua kali dalam setahun sebagai bentuk penguatan bagi para K3TK dan komunitas belajar di seluruh kecamatan.
“Ini kita lakukan sebagai bentuk penguatan kepada para K3TK se-Kabupaten Bone,” ujar Hj. Andi Rasna.
Ia menjelaskan, idealnya pembina PAUD juga hadir dalam setiap pelaksanaan KKG di kecamatan. Namun, jumlah satuan pendidikan TK yang mencapai ratusan membuat jangkauan pembinaan secara langsung tidak selalu dapat dilakukan secara maksimal.
Karena itu, pertemuan K3TK tingkat kabupaten menjadi momentum strategis untuk menyatukan komunikasi dan menyampaikan berbagai informasi penting yang perlu diketahui dan ditindaklanjuti oleh satuan pendidikan.
“Setiap pelaksanaan KKG, selaku pembina di bidang PAUD juga harus turun. Tetapi dengan jumlah TK yang mencapai ratusan, tentu kita tidak bisa menjangkau semuanya. Makanya, melalui momentum ini kita lakukan penguatan,” jelasnya.
Selain penguatan komunitas belajar, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong pemenuhan indikator Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) di Kabupaten Bone.
Hj. Andi Rasna mengungkapkan, saat ini baru sekitar 200 satuan PAUD di Kabupaten Bone yang memenuhi enam indikator PAUDHI. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat dalam upaya memperkuat layanan PAUD yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan anak secara holistik.
Kabar baiknya, Kabupaten Bone memperoleh dukungan pemerintah pusat melalui Dinas Pendidikan berupa bantuan untuk 100 lembaga yang akan mendapatkan pembinaan dalam pengembangan program PAUDHI.
“Alhamdulillah, kita mendapatkan bantuan pemerintah pusat melalui Dinas Pendidikan kepada 100 lembaga yang akan dibina dalam pengembangan Program PAUDHI,” katanya.
Untuk memastikan pembinaan berjalan objektif dan merata, Dinas Pendidikan saat ini meminta data pengawas sebagai dasar dalam menentukan lembaga yang akan mendapatkan pendampingan.
“Sekarang kita minta data pengawas, sehingga bisa kita lakukan secara berkeadilan. Kita berharap semua kecamatan terakomodir,” tuturnya.
Hal lain yang menjadi perhatian dalam pertemuan K3TK adalah pengelolaan dan perencanaan anggaran satuan PAUD, khususnya dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD.
Para pengelola lembaga PAUD diingatkan agar mulai mempersiapkan perencanaan anggaran secara matang. Terlebih, pada November 2026 mendatang, satuan pendidikan akan memasuki tahap perencanaan ARKAS untuk tahun anggaran 2027.
Menurut Hj. Andi Rasna, penyusunan perencanaan anggaran sebenarnya tidak harus menjadi sesuatu yang rumit bagi satuan pendidikan. Salah satu acuan utama yang dapat digunakan adalah hasil Rapor Pendidikan masing-masing satuan.
“Kelemahan rapor pendidikan itulah yang menjadi perhatian untuk dianggarkan supaya bisa kita tingkatkan,” jelasnya.
Dengan demikian, perencanaan anggaran tidak sekadar berorientasi pada penyerapan dana, tetapi benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan dan memperbaiki kelemahan yang ditemukan dalam proses evaluasi mutu pendidikan.
Pertemuan K3TK Kabupaten Bone pada akhirnya bukan sekadar agenda rutin organisasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman, gagasan, dan tantangan yang dihadapi para pendidik PAUD di berbagai wilayah Kabupaten Bone.
Melalui komunikasi yang lebih intensif antara K3TK Kabupaten, K3TK/K3TP, KKG kecamatan, pengawas, dan Dinas Pendidikan, diharapkan berbagai persoalan di lapangan dapat dibahas secara bersama dan dicarikan solusi yang lebih tepat.
Semangat berbagi praktik baik juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya belajar antarsatuan pendidikan. Pengalaman satu lembaga yang berhasil menerapkan strategi pembelajaran tertentu dapat menjadi inspirasi bagi lembaga lainnya.
Dengan penguatan komunitas belajar, pembinaan PAUDHI, perencanaan anggaran berbasis kebutuhan, serta pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar perbaikan, Kabupaten Bone terus berupaya membangun ekosistem PAUD yang lebih berkualitas. Sebab, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya dimulai dari ruang kelas. Ia juga tumbuh dari komunikasi, kolaborasi, dan kemauan para pendidik untuk terus belajar dan berbagi. (*)


Tinggalkan Balasan