BONE– Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone Jl. Petta Ponggawae di Kota Watampone tampak lebih sibuk dari biasanya. Deretan kendaraan dinas dan kehadiran para kepala puskesmas dari berbagai penjuru kecamatan menjadi penanda sebuah langkah penting dalam upaya memperkuat layanan kesehatan masyarakat.

Di tengah suasana yang penuh semangat tersebut, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, secara simbolis menyerahkan bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bone dan seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Bone, Senin (15/6/2026).

Bantuan yang diserahkan berupa 150 unit oxygen concentrator, alat yang memiliki peran vital dalam penyediaan terapi oksigen bagi pasien. Penyerahan bantuan itu turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Bone Andi Tenriawaru Hj. Andi Tenriawaru, SP., M.Si, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bone drg. Yusuf Tolo, M.Kes serta para kepala puskesmas dari berbagai wilayah di Kabupaten Bone.

Bagi masyarakat, bantuan tersebut bukan sekadar penambahan alat kesehatan. Kehadirannya menjadi simbol penguatan layanan kesehatan hingga ke tingkat paling dekat dengan warga, yakni puskesmas.

Bupati Bone menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bone. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai agar masyarakat dapat memperoleh layanan yang cepat, mudah, dan optimal.

“Pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan agar masyarakat dapat memperoleh layanan yang cepat, mudah, dan berkualitas. Bantuan alat kesehatan ini diharapkan dapat menunjang kinerja tenaga kesehatan di puskesmas,” ujar Bupati.

Pernyataan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, terutama di bidang kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Bone, drg. Yusuf Tolo, menjelaskan bahwa bantuan yang diterima dari Kementerian Kesehatan RI memiliki nilai total mencapai Rp2,31 miliar.

Menurutnya, seluruh bantuan tersebut terdiri dari satu jenis alat kesehatan, yaitu oxygen concentrator, dengan jumlah sebanyak 150 unit yang akan didistribusikan ke fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bone.

“Nilai bantuan alat kesehatan yang diserahkan sebesar Rp2,31 miliar. Satu jenis alat yang diterima adalah oxygen concentrator. Ada 150 unit, masing-masing puskesmas mendapatkan antara dua hingga tujuh unit,” jelasnya.

Keberadaan alat tersebut dinilai sangat penting untuk memperkuat layanan kesehatan dasar. Selain mampu membantu memenuhi kebutuhan terapi oksigen bagi pasien, oxygen concentrator juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.

Bagi tenaga kesehatan yang sehari-hari bertugas di garda terdepan pelayanan masyarakat, tambahan fasilitas ini menjadi dukungan nyata untuk memberikan pelayanan yang lebih efektif dan responsif.

Di balik angka bantuan senilai miliaran rupiah itu, tersimpan harapan besar agar setiap warga Bone dapat merasakan layanan kesehatan yang semakin baik. Dari puskesmas di pusat kota hingga yang berada di wilayah pelosok, alat-alat tersebut diharapkan menjadi penguat sistem pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Kabupaten Bone terus melangkah memperkuat fondasi pelayanan kesehatan. Sebab pada akhirnya, investasi terbaik bagi daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga memastikan setiap masyarakat memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang aman, cepat, dan berkualitas. (*)