BONE–Upaya peningkatan mutu pendidikan dan penguatan pengalaman belajar terus dilakukan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya melalui kegiatan studi banding yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan formal, tetapi juga pada pertukaran gagasan, nilai, dan praktik pembelajaran.
Dalam semangat tersebut, civitas akademika Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah (USIMAR) Kolaka bersama mahasiswa Program Studi S2 Magister Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana USIMAR Kolaka, Sulawesi Tenggara, dijadwalkan akan melaksanakan studi banding ke Kampus Universitas Andi Sudirman. Kegiatan ini akan berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.
Studi banding ini dipandang penting sebagai ruang silaturahmi sekaligus wahana sharing knowledge antarperguruan tinggi. Melalui kunjungan tersebut, diharapkan terbangun dialog akademik yang konstruktif, saling bertukar pengalaman dalam pengelolaan pembelajaran, pengembangan kurikulum, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.
Ibu Pembina Yayasan Kampus Universitas Andi Sudirman, Andi Harni, S.ST., M.H, mengungkapkan bahwa Universitas Andi Sudirman bukan kali pertama menjadi tujuan studi banding perguruan tinggi lain. Sebelumnya, kampus ini juga pernah menerima kunjungan mahasiswa dari University Malaysia dalam kerja sama dengan Universitas Hasanuddin.
“Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa University Malaysia tidak hanya berbagi pengalaman proses perkuliahan, tetapi juga mempelajari budaya dan adat istiadat yang masih dilestarikan di Kabupaten Bone,” ungkap Andi Harni.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa Universitas Andi Sudirman terbuka sebagai ruang belajar lintas budaya dan lintas institusi. Nilai-nilai lokal, kearifan budaya, serta atmosfer akademik kampus menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang berkunjung.
Ia pun berharap, melalui studi banding USIMAR Kolaka ini, akan terjalin kolaborasi yang saling menguatkan. “Kami berharap civitas akademika dan mahasiswa S2 Magister Pendidikan Agama Islam USIMAR Kolaka dapat berbagi praktik-praktik pembelajaran terbaik, sehingga mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan dan kualitas SDM di masing-masing institusi,” tambahnya.
Lebih dari sekadar kunjungan, studi banding ini diharapkan menjadi langkah awal mempererat jejaring akademik, menumbuhkan inspirasi baru, serta memperkaya perspektif dalam pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berdaya saing di masa depan. (*)



Tinggalkan Balasan