BONE — Aula Masjid Agung Al Ma’arif, Kabupaten Bone, Jumat (12/6/2026), tampak berbeda dari biasanya. Puluhan anak bersama orang tua mereka memadati lokasi sejak pagi hari untuk mengikuti kegiatan khitanan massal yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone bekerja sama dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bone.

Kegiatan sosial yang sarat nilai kemanusiaan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., yang hadir didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Maya Damayanti Andi Akmal, S.P.

Di balik jalannya kegiatan itu, tersimpan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Baznas, tenaga kesehatan, hingga organisasi kemasyarakatan. Bagi puluhan keluarga yang hadir, khitanan massal bukan sekadar layanan kesehatan gratis, tetapi juga bentuk perhatian nyata yang membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan khitanan massal mendapat dukungan tenaga medis dari tiga rumah sakit, yakni RSUD Tenriawaru Bone, RSUD Datu Pancaitana Bone, dan RS Yasin Bone, serta tiga puskesmas, yaitu Puskesmas Watampone, Puskesmas Biru, dan Puskesmas Bajoe. Kehadiran para tenaga kesehatan memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi para peserta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Baznas Kabupaten Bone, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone dr. Yusuf, serta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Bone.

Ketua Baznas Kabupaten Bone, H. Zainal Abidin, menjelaskan bahwa khitanan massal merupakan salah satu program kemanusiaan yang secara konsisten dilaksanakan Baznas. Tahun ini menjadi pelaksanaan ketiga yang digelar di Kabupaten Bone.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali melaksanakan khitanan massal hasil kolaborasi Baznas dan Pemerintah Kabupaten Bone. Program ini merupakan bagian dari program kemanusiaan Baznas,” ujarnya.

Meski jumlah pendaftar tercatat sebanyak 63 anak, panitia menyiapkan kuota hingga 70 peserta. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya peserta tambahan yang mendaftar pada hari pelaksanaan.

“Kami tetap menyiapkan kuota sebanyak 70 peserta untuk mengantisipasi adanya tambahan peserta pada hari pelaksanaan,” jelasnya.

Zainal Abidin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan berbagai program sosial yang dijalankan Baznas.

“Kami berterima kasih kepada tiga rumah sakit dan tiga puskesmas yang telah mendukung kegiatan ini. Tentu Baznas tidak dapat melaksanakan kegiatan seperti ini tanpa dukungan berbagai pihak,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Baznas sebagai lembaga resmi pemerintah terus berupaya menjalankan program-program sosial dan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menilai kolaborasi antara Baznas dan TP PKK Kabupaten Bone merupakan contoh sinergi yang perlu terus diperkuat karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini merupakan sinergi yang harus terus berlanjut ke depan. Mari kita mendukung Baznas karena selain membantu sesama, ini juga menjadi tabungan amal bagi kita. Baznas hadir untuk memenuhi kebutuhan umat,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada TP PKK Kabupaten Bone yang dinilai aktif menginisiasi dan mendukung berbagai kegiatan sosial selama setahun terakhir.

“Terima kasih kepada Tim PKK yang sangat aktif. Mudah-mudahan tahun depan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan dengan skala yang lebih besar lagi karena sangat membantu dan meringankan beban masyarakat,” tutupnya.

Di tengah senyum para peserta dan rasa syukur para orang tua, khitanan massal tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial akan selalu menemukan jalannya ketika berbagai pihak bersatu untuk tujuan yang sama. Dari Aula Masjid Agung Al Ma’arif, semangat berbagi dan melayani masyarakat kembali diteguhkan sebagai bagian dari ikhtiar membangun Bone yang lebih peduli dan sejahtera. (*)