BONE– Hamparan ladang jagung yang membentang di Dusun Tabbae, Desa Benteng Tellue, Kecamatan Amali, menjadi saksi pertemuan antara masyarakat dengan wakil mereka di Senayan. Di tengah suasana hangat silaturahmi, Selasa (28/7/2026), harapan para petani tentang masa depan pertanian Bone kembali mengemuka.
Anggota DPR RI H. Andi Amar Ma’ruf Sulaiman memulai rangkaian silaturahmi daerah pemilihan (dapil) tahunannya dari dusun tersebut. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan harapan yang diharapkan dapat diperjuangkan di tingkat nasional.
Kedatangan Andi Amar disambut Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bone. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Bone, Dandim 1407/Bone, Dandenpom, Wakapolres Bone, Danyon Brimob, serta para kepala perangkat daerah.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, kehadiran anggota legislatif dari pusat menjadi momentum penting untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
“Alhamdulillah, kehadiran Anggota DPR RI merupakan suatu keberkahan. Beliau datang langsung untuk menyerap aspirasi masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bone kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Andi Amar Ma’ruf Sulaiman di Desa Benteng Tellue,” ujar Bupati Bone.
Di hadapan masyarakat, Bupati memaparkan potensi sekaligus tantangan sektor pertanian di Kecamatan Amali. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Bone, dengan luas tanam mencapai sekitar 8.500 hektare. Namun, bantuan yang tersedia saat ini baru mampu menjangkau sekitar 5.100 hektare lahan.
Artinya, masih terdapat sekitar 3.000 hektare lahan yang membutuhkan dukungan pemerintah agar produktivitas petani dapat terus meningkat.
“Di wilayah ini rata-rata masyarakat merupakan petani jagung dengan luas tanam sekitar 8.500 hektare. Bantuan yang sudah tersedia baru mencakup sekitar 5.100 hektare, sehingga masih ada sekitar 3.000 hektare yang kami harapkan dapat diperjuangkan,” katanya.
Harapan itu disambut Andi Amar Ma’ruf Sulaiman dengan komitmen untuk terus memperjuangkan kebutuhan daerah di tingkat pusat. Menurutnya, tantangan terbesar yang kini dihadapi sektor pertanian adalah ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Meski demikian, ia menilai langkah Pemerintah Kabupaten Bone menyediakan pompa air bagi petani merupakan solusi yang tepat untuk menjaga produktivitas lahan.
“Memang muncul tantangan baru berupa musim kemarau panjang atau El Nino. Namun Bupati Bone telah menyediakan pompa air sehingga saya rasa persoalan itu bisa diatasi,” ujarnya.
Tak hanya sektor pertanian, Andi Amar juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bone. Menurutnya, kemampuan pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran menjadi contoh yang baik, sehingga pembangunan tetap berjalan meski dana yang tersedia terbatas.
Ia menyebut Bone berhasil membangun sekitar 362 kilometer ruas jalan di tengah keterbatasan dana bagi hasil. Sebagai anggota Badan Anggaran DPR RI, dirinya berkomitmen terus memperjuangkan peningkatan alokasi dana bagi hasil agar daerah memiliki ruang fiskal yang lebih besar.
“Bone merupakan salah satu kabupaten yang sangat efisien di Indonesia Timur. Di tengah kecilnya dana bagi hasil, pemerintah daerah berhasil membangun 362 km ruas jalan. Kami di Badan Anggaran DPR RI juga terus memperjuangkan agar dana bagi hasil dapat semakin membantu daerah,” katanya.
Lebih jauh, ia berharap seluruh ruas jalan di Kabupaten Bone dapat ditingkatkan sebelum masa jabatan Bupati Bone berakhir. Infrastruktur yang memadai, menurutnya, akan mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mempermudah aktivitas masyarakat.
Harapan baru juga datang dari rencana pembangunan pabrik ayam terintegrasi di Bakunge. Kehadiran industri tersebut diharapkan mampu menyerap hasil panen jagung petani Bone, sehingga komoditas unggulan daerah tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Di penghujung dialog bersama masyarakat, Andi Amar kembali menegaskan bahwa kunjungan daerah pemilihan bukan sekadar memenuhi agenda rutin, melainkan menjadi kesempatan untuk mendengar secara langsung suara masyarakat.
“Kami hadir di sini bukan hanya untuk berbicara, tetapi lebih banyak mendengarkan aspirasi masyarakat agar bisa kami perjuangkan di tingkat pusat,” tuturnya.
Usai dari Dusun Tabbae, perjalanan silaturahmi berlanjut ke Desa Ta’cipong, Kantor BPP Pertanian Kecamatan Amali, hingga Desa Jompie, Kecamatan Ulaweng. Dari satu titik ke titik lainnya, rangkaian kunjungan itu membawa satu tujuan yang sama: memastikan aspirasi masyarakat Bone terus mengalir hingga ke meja pengambilan kebijakan di tingkat nasional. (*)


Tinggalkan Balasan