BONE– Hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti aula pertemuan Desa Mattiro Bulu, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Jumat (12/6/2026). Deretan kursi yang dipenuhi warga, tokoh masyarakat, aparat desa, hingga unsur pemerintah daerah menjadi saksi hadirnya perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sejak pagi, warga telah memadati lokasi kegiatan layanan rujukan bagi keluarga dalam mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bone. Kehadiran Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, menjadi momen yang paling dinantikan masyarakat.
Tidak sekadar hadir sebagai tamu kehormatan, Bupati Bone turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga yang telah melalui proses verifikasi dan validasi. Di tengah aula yang dipenuhi senyum dan harapan, satu per satu paket bantuan disalurkan kepada penerima manfaat yang mayoritas merupakan perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, keluarga dengan anak stunting, serta lanjut usia.
Kepala DP3A Kabupaten Bone, Hasnawati Ramli, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa penerima bantuan merupakan warga yang masuk kategori Desil I dan II berdasarkan data kesejahteraan sosial. Mereka terdiri atas perempuan sebagai kepala keluarga, penyandang disabilitas, keluarga yang mengalami stunting, serta lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus.
Program tersebut dilaksanakan di 10 kecamatan dengan total 24 titik penyaluran. Sebanyak 720 paket bantuan disiapkan, dengan masing-masing titik menerima 20 paket bantuan.
Menurut Hasnawati, program ini bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan bagian dari layanan rujukan keluarga yang bertujuan memperkuat perlindungan perempuan dan anak sekaligus membantu keluarga rentan memperoleh akses terhadap berbagai layanan sosial yang mereka butuhkan.
Bagi Andi Asman Sulaiman, bantuan sosial bukan tujuan akhir. Program tersebut merupakan langkah awal untuk mendorong masyarakat keluar dari lingkaran kemiskinan dan membangun kemandirian ekonomi keluarga.
“Upaya kita ini supaya tidak terus-menerus menjadi penerima bantuan. Melalui bantuan ini kita dorong kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai angka pertumbuhan meningkat, tetapi masih banyak warga yang hidup dalam keterbatasan.
Karena itu, pemerintah tidak hanya hadir memberikan bantuan, tetapi juga berupaya mengubah pola pikir dan pola hidup masyarakat agar lebih produktif dan mandiri.
Sebagai contoh, Bupati menceritakan kebiasaannya yang tetap beternak meski menjabat sebagai kepala daerah.
“Seperti saya, meski menjadi Bupati Bone tetap beternak. Kalau ibu-ibu jalan ke rumah jabatan, banyak ternak di kompleks rujab. Ada ayam juga saya ternak. Telurnya itulah saya konsumsi,” tuturnya yang disambut senyum warga.
Pesan tersebut menjadi simbol bahwa kerja keras dan kemandirian harus menjadi budaya yang terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat.
Di hadapan warga, Bupati juga menyampaikan harapannya agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tidak diperjualbelikan. Ia ingin bantuan tersebut benar-benar menjadi penopang kebutuhan keluarga sekaligus membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Bahkan, ia menggambarkan cita-cita besar pemerintah daerah terhadap para penerima manfaat hari ini. “Mungkin hari ini sebagai penerima bantuan. Nanti setelah saya datang lagi, saya datang di mana penerima bantuan sudah berangkat umrah. Jadi ada perubahan pola hidup untuk kesejahteraan,” ujarnya.
Harapan itu bukan sekadar ungkapan motivasi. Pemerintah Kabupaten Bone juga tengah berupaya meminimalkan angka kemiskinan ekstrem, menekan kasus stunting, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia melalui berbagai program lintas sektor.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Ia menyebut anak-anak dari keluarga penerima bantuan harus menjadi prioritas untuk memperoleh akses pendidikan, termasuk melalui program Sekolah Rakyat. “Jika ada anaknya, wajib sekolah dan menjadi prioritas untuk diterima di Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, kegiatan layanan rujukan yang digagas DP3A Kabupaten Bone menjadi wadah penting dalam membangun koordinasi penanganan persoalan keluarga dan perlindungan anak. Melalui sistem layanan yang terintegrasi, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh pendampingan dan bantuan ketika menghadapi berbagai persoalan sosial.
Bagi masyarakat Desa Mattiro Bulu, hari itu bukan hanya tentang menerima paket bantuan. Lebih dari itu, mereka merasakan hadirnya perhatian pemerintah secara nyata sebuah kehadiran yang membawa harapan bahwa kehidupan yang lebih sejahtera bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai.
Di tengah tantangan pembangunan dan dinamika sosial yang terus berkembang, pesan yang ingin ditegaskan Pemerintah Kabupaten Bone tampak jelas: bantuan adalah awal, sementara tujuan akhirnya adalah kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah hadir bukan hanya untuk memberi, tetapi juga untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk bangkit, berkembang, dan menikmati masa depan yang lebih baik. (*)


Tinggalkan Balasan