BONE– Di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, lahir sebuah kisah yang menginspirasi. Seorang siswi muda bernama Nurfadillah Apriliyah berhasil mencatatkan sejarah baru yang membanggakan bagi daerahnya. Untuk pertama kalinya, seorang siswa dari Kabupaten Bone berhasil lolos dan meraih beasiswa penuh di SMA Unggul Garuda, Bulungan, Kalimantan Utara.

Pencapaian ini bukanlah keberhasilan yang datang secara instan. Di baliknya terdapat perjalanan panjang yang dipenuhi kerja keras, kreativitas, dan semangat belajar yang tinggi. Nurfadillah sebelumnya berhasil meraih Juara Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Nasional Tahun 2024 melalui inovasinya yang diberi nama Aga Kareba (Alat Gerobak Kereta Baca). Inovasi tersebut lahir dari kepekaan terhadap kebutuhan literasi masyarakat dan menjadi bukti bahwa ide-ide besar dapat tumbuh dari lingkungan sederhana.

Keberhasilan Nurfadillah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bone. Bahkan di tingkat Sulawesi Selatan, jumlah siswa yang berhasil memperoleh kesempatan serupa masih sangat terbatas, tidak sampai sepuluh orang. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa siswa dari daerah pelosok memiliki peluang yang sama untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.

Kepala SMP Negeri Satap 3 Barebbo, Mulyadi, S.Pd., M.M., mengaku bersyukur atas capaian luar biasa yang diraih siswanya tersebut. Menurutnya, keberhasilan Nurfadillah menjadi bukti bahwa lokasi sekolah bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tinggi.

“Meski SMP Negeri Satap 3 Barebbo merupakan salah satu sekolah yang berada di desa, kami mampu tampil di panggung nasional. Setidaknya sudah lima kali siswa kami berhasil meraih juara nasional dalam ajang OPSI. Atas capaian tersebut, kini memberikan ruang bagi siswa kami untuk mendapatkan beasiswa penuh di SMA Unggul Garuda. Ini menandakan bahwa tidak ada yang mustahil, semua bisa sepanjang kita mau bersungguh-sungguh,” ungkapnya.

Mulyadi menjelaskan, budaya inovasi yang berkembang di sekolah tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), para siswa mendapatkan pendampingan rutin setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu. Program tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan riset, serta keterampilan di bidang elektronik dan mekanik.

“Alhamdulillah, setiap tahunnya mereka mampu melahirkan berbagai inovasi di bidang elektronik dan mekanik. Kami hanya berupaya membuka ruang dan memberikan pendampingan, sementara semangat belajar itu datang dari anak-anak sendiri,” tambahnya.

Keberhasilan Nurfadillah juga mendapat apresiasi dari Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia Kabupaten Bone mampu bersaing di tingkat nasional.

“Keberhasilan salah satu siswa SMP Negeri Satap 3 Barebbo mengharumkan nama daerah di tingkat nasional dan memperoleh kesempatan bersekolah di SMA Unggul Garuda dengan beasiswa penuh merupakan kebanggaan bagi kita semua. Ini menandakan bahwa kompetensi anak-anak kita saat ini sudah tidak diragukan lagi. Saya berharap prestasi seperti ini terus dikembangkan dan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya,” ujarnya.

Kisah Nurfadillah Apriliyah menjadi bukti bahwa mimpi besar tidak mengenal batas geografis. Dari sebuah desa di Kecamatan Barebbo, langkahnya kini menembus salah satu sekolah unggulan di Kalimantan Utara. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi catatan sejarah bagi SMP Negeri Satap 3 Barebbo, tetapi juga menjadi inspirasi bagi anak-anak Bone bahwa kerja keras, inovasi, dan ketekunan mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.

Di balik keberhasilannya, tersimpan pesan sederhana namun kuat: bahwa kesempatan akan selalu hadir bagi mereka yang berani belajar, berinovasi, dan tidak pernah berhenti bermimpi. (*)