Bone — Gelombang semangat keislaman dan kebersamaan menyatu dalam lautan manusia yang memadati Lapangan Merdeka Anging Mammiri, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Kamis (25/6/2026). Sekitar 10 ribu warga dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam Karnaval atau Pawai Ta’aruf yang digelar untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Sejak pagi hari, lapangan kebanggaan masyarakat Mare itu telah dipenuhi peserta yang mengenakan beragam atribut bernuansa Islami. Barisan pelajar, santri, remaja masjid, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat dari seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Mare tampak berbaur dalam suasana penuh suka cita.

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Merawat Kedamaian, Menatap Masa Depan Bangsa Dengan Semangat Hijrah” tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M.

Bagi masyarakat Mare, pawai ta’aruf bukan sekadar agenda tahunan. Ia telah menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan, menghidupkan syiar Islam, sekaligus menguatkan identitas sosial dan keagamaan masyarakat yang selama ini dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Dalam sambutannya, Camat Mare, Andi Yuliana, S.P., M.Si, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi sekitar 10 ribu warga menjadi gambaran kuatnya semangat ukhuwah dan kecintaan masyarakat terhadap syiar Islam.

“Partisipasi yang luar biasa ini menunjukkan bahwa tradisi keagamaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Mare. Semangat kebersamaan dan persaudaraan terus terjaga dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Tema yang diangkat tahun ini tidak hanya menjadi slogan seremonial, melainkan mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan, kedamaian, dan optimisme dalam menghadapi masa depan. Semangat hijrah yang dimaknai sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan kepada seluruh peserta.

Hijrah, dalam konteks kekinian, bukan hanya perpindahan secara fisik sebagaimana sejarah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Lebih dari itu, hijrah adalah transformasi diri menuju kualitas iman yang lebih baik, akhlak yang lebih mulia, serta kepedulian sosial yang lebih tinggi.

Pesan itulah yang juga ditegaskan Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, saat memberikan sambutan di hadapan ribuan peserta pawai. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Mare, PHBI Kecamatan Mare, panitia pelaksana, serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan peringatan Tahun Baru Islam tersebut.

Menurutnya, pawai ta’aruf memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar iring-iringan peserta di jalan raya.

“Pawai ta’aruf ini bukan sekadar jalan bersama. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah syiar Islam, ajang mempererat silaturahmi, dan cara kita menanamkan nilai agama kepada anak-anak dan generasi muda,” ujarnya.

Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan perkembangan teknologi, Wakil Bupati mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai ruang introspeksi untuk terus memperbaiki diri. Semangat hijrah, kata dia, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan ibadah, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan penguatan persaudaraan.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, serta pembinaan karakter dan akhlak generasi muda merupakan fondasi penting bagi masa depan daerah.

Secara khusus, Andi Akmal Pasluddin berpesan kepada anak-anak dan pelajar yang menjadi bagian terbesar dalam pawai tersebut agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, menjaga ibadah, serta memanfaatkan masa muda untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika ribuan peserta bergerak mengikuti rute pawai dengan tertib dan penuh semangat. Berbagai kreasi, yel-yel, dan atribut bernuansa Islami menambah semarak peringatan tahun baru umat Islam itu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Bone, Staf Ahli Bupati Bone Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat, unsur Forkopimcam Mare, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Mare, pengurus PHBI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para guru, pembina, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Di penghujung sambutannya, Wakil Bupati Bone berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum lahirnya masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan sejahtera.

“Semoga Kecamatan Mare semakin maju, masyarakatnya semakin rukun, anak-anaknya semakin cerdas, dan Kabupaten Bone semakin sejahtera,” tuturnya.

Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1448 Hijriah di Mare akhirnya bukan hanya menjadi perayaan pergantian tahun dalam kalender Islam. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi cermin kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam merawat nilai-nilai keagamaan, menjaga persaudaraan, dan menatap masa depan dengan optimisme yang lahir dari makna hijrah yang sesungguhnya. (*)