BONE — Sejumlah legislator dari DPRD Provinsi Sulawesi Selatan datang membawa pesan dukungan sekaligus harapan bagi masa depan Kabupaten Bone. Di hadapan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., berbagai isu strategis pembangunan dibahas dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Kunjungan kerja yang dipimpin Wakil Ketua III DPRD Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, S.Pd.I., M.Si., bersama para ketua dan anggota Komisi D DPRD Sulsel itu bukan sekadar agenda formal. Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar gagasan tentang bagaimana menjaga laju pertumbuhan ekonomi Bone agar terus bergerak maju dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah tantangan pembangunan yang dihadapi berbagai daerah, Bone dinilai mampu menunjukkan capaian ekonomi yang menggembirakan. Apresiasi dari DPRD Sulsel menjadi pengakuan atas berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam menggerakkan sektor-sektor produktif.

Namun, bagi para legislator Sulsel, capaian tersebut bukanlah garis akhir. Justru menjadi titik awal untuk melangkah lebih jauh.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bagi masyarakat Bone, UMKM bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan denyut kehidupan yang menghidupi ribuan keluarga. Dari usaha kuliner, kerajinan, hingga perdagangan skala kecil, sektor ini terbukti menjadi penopang ekonomi masyarakat.

“Pengembangan UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sufriadi Arif dalam pertemuan tersebut.

Dorongan untuk memperkuat UMKM sejalan dengan upaya menciptakan ekonomi yang lebih inklusif. Ketika pelaku usaha kecil tumbuh, maka peluang kerja terbuka lebih luas dan perputaran ekonomi daerah menjadi semakin kuat.

Selain UMKM, perhatian juga tertuju pada investasi. Kabupaten Bone yang kaya akan potensi pertanian, perikanan, sumber daya alam, dan sektor jasa dinilai memiliki peluang besar untuk menarik investor. Kehadiran investasi baru diyakini mampu mempercepat pembangunan sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru.

Namun investasi tidak dapat tumbuh tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Karena itu, DPRD Sulsel turut menyoroti pentingnya pengembangan akses transportasi, mulai dari peningkatan konektivitas penerbangan hingga penguatan fungsi pelabuhan. Infrastruktur yang baik akan memperlancar distribusi barang dan jasa, memperpendek jarak ekonomi antarwilayah, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan Bone.

Perhatian yang sama juga diberikan pada pembangunan jalan. Bagi masyarakat pedesaan yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian, jalan bukan sekadar sarana penghubung, melainkan jalur utama yang menentukan cepat atau lambatnya hasil panen sampai ke pasar.

Di bidang sosial dan pendidikan, dukungan DPRD Sulsel mengalir pada Program Sekolah Rakyat. Program ini dipandang sebagai salah satu langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sebab, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik, tetapi juga oleh kualitas generasi yang akan melanjutkan pembangunan di masa depan.

Sementara itu, sektor pertanian tetap menjadi perhatian utama. Sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan, Bone memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional. Karena itu, program peningkatan Indeks Pertanaman (IP) 300 mendapat dukungan penuh. Program ini mendorong petani untuk melakukan tiga kali masa tanam dalam setahun sehingga produktivitas lahan dapat meningkat secara signifikan.

Tak hanya soal produksi, penguatan kelembagaan kelompok tani juga menjadi fokus perhatian. Kelompok tani yang kuat dinilai mampu menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas petani, mulai dari akses teknologi, permodalan, hingga pemasaran hasil pertanian.

Bagi Bupati Bone, dukungan yang diberikan DPRD Sulsel menjadi energi positif dalam menjalankan berbagai program pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone akan terus berkomitmen memperkuat sektor-sektor strategis yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi.

“Kami berterima kasih atas masukan dan dukungan dari Komisi B dan Komisi D DPRD Sulsel. Pemerintah Kabupaten Bone terus berkomitmen memperkuat sektor pertanian, UMKM, investasi, pendidikan, dan infrastruktur agar pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Andi Asman Sulaiman.

Di penghujung pertemuan, satu pesan yang mengemuka adalah pentingnya sinergi. Pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, begitu pula oleh pemerintah provinsi. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat.

Dari ruang dialog di Rumah Jabatan Bupati Bone itu, harapan-harapan baru kembali dirangkai. Harapan tentang UMKM yang semakin kuat, petani yang semakin sejahtera, infrastruktur yang semakin baik, dan generasi muda yang memperoleh akses pendidikan yang lebih luas. Sebab pada akhirnya, tujuan pembangunan bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Bone. (*)