BONE — Di tengah pelaksanaan berbagai program fisik dan nonfisik, personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1407/Bone terus menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Salah satunya melalui perbaikan lima titik dekker jalan di Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Rabu (12/8/2026).
Perbaikan dekker menjadi bagian dari upaya Satgas TMMD meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah sasaran. Fasilitas yang selama ini menjadi bagian penting dari jalur transportasi warga tersebut kini telah selesai diperbaiki dan kembali dapat digunakan.
Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi di masing-masing titik. Dalam prosesnya, personel Satgas tidak bekerja sendiri. Masyarakat setempat turut memberikan dukungan, sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.
Bagi warga Desa Pattuku, keberadaan dekker bukan sekadar pelengkap jalan. Fasilitas tersebut berperan dalam menjaga kelancaran akses transportasi, terutama bagi masyarakat yang setiap hari melintas untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Dengan kondisi dekker yang telah diperbaiki, pengguna jalan kini dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman. Perbaikan sederhana itu pun memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat di wilayah pedesaan.
Danramil 20/Bontocani, Peltu Andi Raja Abdillah, mengaku senang melihat selesainya pekerjaan tersebut. Menurutnya, perbaikan dekker memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut.
“Saya sangat senang dengan selesainya perbaikan dekker ini. Dengan kondisi yang sudah diperbaiki, warga yang berada di wilayah tersebut sekarang merasa lebih nyaman dalam berkendara,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah diperbaiki. Menurutnya, kepedulian warga dalam merawat infrastruktur menjadi kunci agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Fasilitas yang sudah diperbaiki ini mari kita jaga bersama. Dengan perawatan dan kepedulian bersama, dekker ini bisa digunakan lebih lama untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Tuntasnya perbaikan lima titik dekker tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan berskala besar. Kebutuhan kecil yang bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari warga juga menjadi perhatian.
Dari pekerjaan tersebut, semangat gotong royong kembali terlihat. Personel Satgas dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan demi menghadirkan akses yang lebih baik.
Perbaikan dekker di Desa Pattuku pun menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sebuah pekerjaan yang mungkin terlihat sederhana, namun memiliki arti penting bagi warga yang mengandalkan akses jalan tersebut setiap hari. (*)


Tinggalkan Balasan