BONE — Lapangan latihan menjadi saksi kesungguhan para atlet bola voli Kabupaten Bone menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII. Di tengah persiapan menuju pesta olahraga tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 7-14 November 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo, para atlet terus mematangkan kemampuan.

Bagi Bone, status sebagai tuan rumah bukan sekadar tanggung jawab untuk memastikan seluruh pertandingan berjalan sukses. Ada target lain yang tak kalah penting: sukses sebagai penyelenggara sekaligus sukses meraih prestasi.

Keseriusan itu terlihat saat Ketua Umum Pengkab PBVSI Bone, Dr. H. Muslimin, SE., MM, turun langsung memantau latihan para atlet di lapangan, Sabtu (5/9/2026). Ia didampingi Ketua IV Kompetisi dan Pertandingan PBVSI Bone, Farel Adywansyah, ST, yang juga merupakan anggota DPRD Bone dari Fraksi PKB.

Dari pinggir lapangan, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Bone H. Muslimin menyaksikan satu per satu atlet menjalani program latihan. Semangat, disiplin, dan kesungguhan menjadi pemandangan yang menurutnya menjadi modal penting menghadapi Porprov.

Muslimin mengapresiasi kerja keras para atlet yang menjalani latihan di bawah arahan Saharuddin bersama jajaran pembina dan pelatih lainnya.

Menurut dia, perkembangan atlet, khususnya tim putri, menunjukkan kemajuan yang cukup luar biasa.

“Saya menyaksikan para atlet kita cukup semangat. Bahkan mereka luar biasa melakukan latihan. Kesungguhan dan kedisiplinan para atlet sangat luar biasa. Saya berharap ini terus dipertahankan,” ujar Muslimin.

Ia mendorong agar porsi latihan terus ditingkatkan. Menurutnya, semakin dekatnya pelaksanaan Porprov harus diikuti dengan peningkatan kualitas latihan agar target yang telah ditetapkan PBVSI Bone dapat diwujudkan.

PBVSI Bone tidak menunggu Porprov tiba untuk melakukan pembinaan. Latihan rutin sekaligus pencarian bibit atlet potensial terus dilakukan.

Para pemain juga diberi kesempatan merasakan atmosfer pertandingan melalui berbagai turnamen, baik antarkecamatan maupun di luar Kabupaten Bone. Pengalaman tersebut dinilai penting untuk membangun mental bertanding sekaligus mengukur kemampuan atlet menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.

Saat ini, atlet putra dan putri menjalani latihan rutin tiga kali dalam sepekan. Intensitas tersebut akan kembali ditingkatkan menjelang Porprov Sulsel XVIII.

Bahkan, PBVSI Bone telah menyiapkan program training camp (TC) selama satu bulan penuh pada Oktober 2026. Selama TC berlangsung, para atlet akan menjalani latihan setiap hari secara terpusat di Bone.

Program tersebut tidak semata-mata untuk meningkatkan kemampuan teknik. Kondisi fisik menjadi salah satu perhatian utama.

“TC nanti itu untuk menempuh fisiknya supaya nanti di saat pertandingan, walaupun sampai lima set, itu tidak kewalahan,” jelas Muslimin.

Dengan stamina yang lebih kuat, atlet diharapkan mampu menjaga konsistensi permainan hingga pertandingan berakhir. Di saat yang sama, latihan teknik dan mental juga akan terus dimatangkan sebagai bekal menghadapi tekanan pertandingan.

40 Atlet Disiapkan

Pada Porprov kali ini, PBVSI Bone akan ambil bagian pada dua nomor, yakni voli indoor dan voli pasir (outdoor).

Untuk nomor indoor, masing-masing disiapkan 14 atlet putra dan 14 atlet putri. Sementara pada nomor voli pasir, terdapat 12 atlet yang terdiri atas enam putra dan enam putri.

Total terdapat 40 atlet yang dipersiapkan PBVSI Bone untuk berlaga di Porprov.

Jumlah itu akan didukung 18 orang yang terdiri dari pelatih dan ofisial serta satu orang penanggung jawab. Dengan demikian, total rombongan PBVSI Bone yang dipersiapkan mencapai 59 orang.

Angka tersebut menunjukkan bahwa persiapan PBVSI Bone dilakukan secara serius. Bukan hanya pemain yang dipersiapkan, tetapi juga seluruh perangkat pendukung yang akan berada di belakang perjuangan para atlet.

Modal Kuat di Voli Pasir

Di antara dua nomor yang akan diikuti, voli pasir menjadi salah satu nomor yang membuat PBVSI Bone cukup percaya diri.

Empat tim outdoor Bone—dua tim putra dan dua tim putri—sebelumnya berhasil lolos pada Pra-PON Sulawesi Selatan.

Capaian tersebut menjadi modal berharga sekaligus menambah optimisme menghadapi Porprov.

Salah satu atlet yang menjadi perhatian adalah Rifal, atlet asal Lappariaja, Kecamatan Bengo. Ia dinilai memiliki pengalaman bertanding yang cukup banyak, termasuk mengikuti pertandingan di luar Kabupaten Bone.

“Dia yang terbaik nanti dan sering keluar bertanding ke luar Kabupaten Bone,” kata Muslimin.

Pengalaman bertanding di berbagai daerah menjadi keuntungan tersendiri. Atlet tidak hanya mendapatkan jam terbang, tetapi juga belajar menghadapi tekanan, karakter lawan, serta situasi pertandingan yang berbeda.

Di nomor indoor, pembinaan yang dilakukan selama ini juga mulai menunjukkan perkembangan positif. Para atlet putra dan putri terus digembleng melalui latihan rutin dan pertandingan-pertandingan sebagai bagian dari proses pembentukan tim.

Bagi Muslimin, hasil tidak lahir secara instan. Dibutuhkan proses panjang, kedisiplinan, konsistensi latihan, serta keberanian untuk terus mengevaluasi kekurangan.

Karena itu, sisa waktu menuju November akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Latihan akan terus ditingkatkan, kondisi fisik diperkuat, teknik dimatangkan, sementara mental bertanding ditempa.

Porprov Sulsel XVIII akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang paling kuat di atas lapangan. Bagi PBVSI Bone, ajang ini menjadi panggung untuk menunjukkan sejauh mana proses pembinaan atlet yang selama ini dilakukan mampu menghasilkan prestasi.

Di tanah sendiri, para atlet Bone akan membawa satu harapan: tuan rumah tidak hanya mampu menyukseskan pesta olahraga, tetapi juga mampu berdiri di podium sebagai juara. (*)