BONE — Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan yang akan berlangsung di Kabupaten Bone, sejumlah pembenahan mulai terlihat di berbagai fasilitas olahraga. Salah satunya Stadion Lapatau Matanna Tikka Bone yang kini tampil dengan wajah berbeda.

Di bawah pemerintahan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati H. Andi Akmal Pasluddin, pembenahan stadion tidak hanya menyasar fasilitas olahraga. Area di sekitar stadion juga ditata agar lebih menarik dan dapat menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Salah satu yang paling mencolok adalah pagar stadion. Jika sebelumnya hanya berupa bidang pagar biasa, kini dinding tersebut dipenuhi mural dengan beragam gambar dan warna. Menariknya, mural tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Bone.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bone, H. A. Akbar, S.Pd., M.Pd., mengatakan, gagasan mempercantik kawasan stadion tersebut berasal dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman.

Menurutnya, Bupati Bone sejak awal mendorong agar pembenahan stadion tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga mampu menghadirkan suasana yang lebih indah dan menarik bagi masyarakat. “Bagaimana upaya kita untuk memperbaiki stadion. Salah satu hal yang disampaikan kepada kami adalah bagaimana caranya bisa membuat lebih indah dan lebih cantik,” ungkap A. Akbar.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan dengan melibatkan sejumlah OPD untuk membuat mural pada bagian pagar stadion. Setiap OPD diberikan ruang untuk menuangkan kreativitas melalui gambar yang mencerminkan program maupun karakter bidang masing-masing. “Alhamdulillah ide beliau sudah ada hasilnya. Mulai dibagi beberapa OPD untuk membuat yang namanya mural. Mural ini alhamdulillah hampir semua selesai,” jelasnya.

Konsep mural itu sekaligus menjadi alternatif untuk menekan kebutuhan anggaran. Jika seluruh bidang pagar harus dicat secara konvensional, kata A. Akbar, biaya yang dibutuhkan tentu tidak sedikit.

“Seandainya ini dicat, itu biayanya jauh lebih besar, karena pengecatannya saja membutuhkan biaya yang besar. Sehingga apa yang kita lakukan, ide-ide dari Bapak Bupati, alhamdulillah ini luar biasa,” katanya.

Tidak sekadar menjadi hiasan, mural yang menghiasi pagar Stadion Lapatau juga membawa pesan tentang berbagai program pemerintah daerah. Sejumlah OPD seperti Dispora, Dinas Pariwisata, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) turut mengambil bagian. “Gambarnya mencerminkan program dari masing-masing organisasi perangkat daerah. Ada Dispora, ada Pariwisata, kemudian ada PMD,” ujarnya.

Perubahan wajah stadion itu pun diharapkan tidak hanya dirasakan oleh para atlet atau peserta Porprov. Kawasan Stadion Lapatau diarahkan untuk menjadi ruang yang dapat dinikmati masyarakat dalam berbagai aktivitas.

Pada pagi dan sore hari, kawasan stadion selama ini menjadi salah satu tempat masyarakat melakukan aktivitas olahraga. Dengan hadirnya mural, area tersebut juga berpotensi menjadi lokasi swafoto atau spot foto bagi pengunjung. “Ini merupakan ide dari beliau dan alhamdulillah sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. Apalagi yang melakukan kegiatan atau aktivitas olahraga di sore hari maupun pagi hari, bisa digunakan untuk berfoto-foto, bisa dijadikan sebagai spot,” tutur A. Akbar.

Ke depan, kawasan tersebut juga diproyeksikan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kuliner. Dengan demikian, keberadaan stadion tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga dapat berkembang menjadi salah satu ruang rekreasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. “Ini juga nanti digunakan untuk menjual kuliner-kuliner. Jadi di samping mungkin tempat rekreasi, ini juga nanti bisa dimanfaatkan untuk kuliner-kuliner,” katanya.

Kehadiran mural di pagar Stadion Lapatau menjadi gambaran bagaimana pembenahan fasilitas publik dapat dilakukan melalui kolaborasi. Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan satu perangkat daerah, tetapi menggerakkan berbagai OPD untuk mengambil bagian sesuai dengan bidang dan kreativitas masing-masing.

Menjelang Porprov Sulsel XVIII, perubahan sederhana pada pagar stadion itu akhirnya menghadirkan wajah baru bagi salah satu fasilitas olahraga utama di Kabupaten Bone.

Dari tembok pagar yang sebelumnya biasa, kini lahir ruang visual yang penuh warna. Sebuah ide yang tidak hanya mempercantik stadion, tetapi juga membuka kemungkinan baru bagi kawasan tersebut untuk menjadi ruang olahraga, rekreasi, swafoto hingga aktivitas kuliner masyarakat. (*)