BONE– Di tepian sungai yang selama bertahun-tahun menjadi penghalang aktivitas warga Kelurahan Maccope, Kecamatan Awangpone, kini berdiri kokoh sebuah jembatan gantung yang menghubungkan bukan hanya dua sisi wilayah, tetapi juga harapan masyarakat akan kehidupan yang lebih baik.
Peresmian Jembatan Perintis Garuda dilakukan oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Danrem 141/Toddopuli Brigadir Jenderal TNI Andre Clift Rumbayan, S.Sos., M.M., serta Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Laode Muhammad Idrus. Mengusung tema “Jembatan Perintis Negara Hadir Untuk Rakyat, Bersama Membangun Negeri Untuk Masa Depan,” peresmian ini menjadi simbol nyata kolaborasi pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Bagi masyarakat Maccope, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur. Selama ini mereka harus berjibaku menyeberangi sungai dengan cara yang penuh risiko. Anak-anak berangkat ke sekolah, petani membawa hasil panen, hingga warga yang mengangkut kebutuhan sehari-hari harus mempertaruhkan keselamatan demi mencapai tujuan.
Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan mengungkapkan, pembangunan jembatan ini berawal dari keprihatinan Presiden Republik Indonesia setelah menyaksikan berbagai tayangan viral mengenai sulitnya akses masyarakat di sejumlah daerah.
“Masalah masyarakat, anak-anak sekolah yang harus ke sekolah, mengantar bahan pangan, hasil pertanian, itu harus melalui berbagai macam cara,” ujarnya.
Ia mencontohkan peristiwa di Kabupaten Maros yang sempat menjadi perhatian nasional, ketika anak-anak dan warga harus menggunakan gondola sederhana untuk menyeberangi sungai. Tayangan tersebut menjadi salah satu pemicu perhatian Presiden terhadap pentingnya pembangunan jembatan di daerah-daerah terpencil.
“Dari banyaknya tayangan yang viral dan dilihat oleh Bapak Presiden, beliau kemudian memerintahkan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, sebagai Komandan Satgas Pembangunan Jembatan di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Program tersebut kemudian diwujudkan hingga ke Kabupaten Bone. Bahkan, Jembatan Perintis Garuda bukan menjadi satu-satunya proyek yang sedang dikerjakan oleh Kodim 1407/Bone.
“Kami sampaikan kepada Pak Bupati, ini bukan satu-satunya. Saat ini masih ada dua jembatan lagi yang sedang dibangun, yakni di Kecamatan Mare dengan tipe jembatan Aramco dan satu lagi di Kecamatan Palakka berupa jembatan beton,” katanya.
Saat meninjau langsung lokasi pembangunan beberapa waktu lalu, Brigjen Andre mengaku tersentuh melihat perjuangan masyarakat yang selama ini harus melintasi jembatan bambu sederhana yang disusun di antara batang-batang pohon.
“Saya salut melihat bagaimana masyarakat harus berjalan melewati bambu-bambu yang dipasang di antara pohon-pohon tanpa alas kaki. Saya saja waktu itu lewat memakai sepatu sudah merasa sulit, sementara masyarakat harus melaluinya setiap hari,” ungkapnya.
Kini, kondisi itu telah berubah. Jembatan Perintis Garuda hadir memberikan rasa aman sekaligus membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan bagi masyarakat sekitar.
Namun, menurut Danrem, pembangunan hanyalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar jembatan tersebut dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang.
Ia mengingatkan pemerintah kelurahan dan masyarakat agar bersama-sama merawat fasilitas tersebut.
“Yang paling penting adalah dirawat. Jembatan ini kuat, tetapi kalau melebihi kapasitas tentu ada batasnya. Dengan penggunaan yang baik dan perawatan yang rutin, jembatan ini bisa bertahan sangat lama,” pesannya.
Di sela sambutannya, Brigjen Andre juga menyelipkan candaan yang mengundang tawa warga. Ia mengimbau masyarakat agar tidak berfoto bersama di tengah jembatan demi menjaga keamanan.
“Kalau mau selfie, cukup di ujung jembatan saja. Jangan semuanya di tengah, nanti goyang-goyang,” ucapnya disambut gelak tawa masyarakat.
Keberhasilan pembangunan jembatan dalam waktu sekitar dua bulan, menurut Danrem, tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat. Ia mengapresiasi dukungan warga, terutama para ibu yang tanpa lelah membantu personel TNI selama proses pembangunan berlangsung.
“Saya mendapat laporan dari Pak Dandim, anggota saya tidak pernah lapar. Setelah saya lihat videonya, ternyata ibu-ibu yang selalu menyiapkan makanan. Terima kasih atas dukungannya,” katanya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh prajurit Kodim 1407/Bone yang tetap bekerja meski harus menghadapi medan yang sulit, terutama ketika sungai meluap dan akses menuju lokasi pembangunan menjadi semakin berat.
Menutup sambutannya, Brigjen Andre menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Bone demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami, TNI di wilayah Kabupaten Bone, akan mendukung sepenuhnya program-program yang direncanakan Bapak Bupati agar Kabupaten Bone semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tegasnya.
Jembatan Perintis Garuda akhirnya menjadi lebih dari sekadar penghubung dua tepian sungai. Ia menjadi bukti bahwa ketika perhatian negara, dedikasi TNI, komitmen pemerintah daerah, dan semangat gotong royong masyarakat bertemu, maka lahirlah pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan rakyat. Di atas jembatan itu, kini tidak hanya langkah kaki yang melintas, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Bone. (*)


Tinggalkan Balasan