BONE– Deru kendaraan di halaman Mapolres Bone berganti dengan sorak-sorai dan tepuk tangan pada Sabtu, 27 Juni 2026. Bukan suara peluit pertandingan olahraga konvensional yang terdengar, melainkan aba-aba dari para wasit esports saat puluhan pemain Mobile Legends saling adu strategi di depan layar.
Suasana berbeda itu hadir dalam Turnamen Esport Mobile Legends Kapolres Cup Bone yang digelar selama dua hari, 26–27 Juni 2026, di Mapolres Bone, Jalan Yos Sudarso. Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan serentak oleh seluruh Polres di jajaran Polda Sulawesi Selatan.
Sebanyak 25 tim terbaik dari berbagai wilayah di Kabupaten Bone ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Masing-masing tim beranggotakan lima pemain berusia 17 hingga 23 tahun yang telah melalui proses pendaftaran, verifikasi, hingga seleksi sebelum dinyatakan layak bertanding.
Di balik ketegangan setiap pertandingan, tersimpan harapan besar para peserta. Bagi mereka, turnamen ini bukan sekadar memperebutkan hadiah, tetapi menjadi pintu menuju kompetisi yang lebih tinggi. Tiga tim terbaik nantinya akan menjadi wakil Polres Bone pada ajang Kapolda Cup Sulawesi Selatan. Jika mampu menjadi juara di tingkat provinsi, perjalanan mereka akan berlanjut ke Kapolri Cup tingkat nasional, mempertemukan tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia.
Ketua Panitia Turnamen, Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melewati proses administrasi dan verifikasi sebelum memasuki arena pertandingan.
“Sebanyak 25 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Bone telah lolos proses verifikasi dan siap bertanding. Babak penyisihan hingga semifinal menggunakan sistem single elimination,” ujarnya.
Sistem gugur yang diterapkan membuat setiap pertandingan menjadi penentu. Satu kekalahan berarti langkah menuju babak berikutnya harus terhenti. Kondisi tersebut memaksa seluruh tim tampil maksimal sejak pertandingan pertama.
Panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp5 juta. Juara pertama berhak membawa pulang Rp3 juta, juara kedua memperoleh Rp1,5 juta, sementara juara ketiga menerima Rp500 ribu.
Namun menurut Alvin, nilai utama turnamen ini bukan terletak pada nominal hadiah. Kompetisi tersebut menjadi ajang pencarian bibit atlet esports yang nantinya diharapkan mampu membawa nama Kabupaten Bone hingga level nasional.
“Tim yang meraih juara pertama, kedua, dan ketiga akan menjadi perwakilan Polres Bone pada pertandingan tingkat Polda Sulawesi Selatan. Jika berhasil menjadi juara di tingkat Polda, mereka akan melaju ke Kapolri Cup tingkat nasional,” jelasnya.
Selama dua hari pelaksanaan, pertandingan diawasi langsung oleh tim dari Esports Indonesia (ESI) bersama pengurus Esports Kabupaten Bone yang bertugas sebagai marshal, wasit, sekaligus penguji jalannya pertandingan. Kehadiran perangkat pertandingan tersebut menjadi jaminan bahwa kompetisi berlangsung secara profesional dan menjunjung tinggi sportivitas.
Kapolres Bone AKBP Sugeng Setyo Budhi turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta sebelum pertandingan dimulai. Ia mengajak seluruh pemain bertanding dengan serius, menjaga sportivitas, dan menunjukkan kemampuan terbaik.
“Silakan bertanding secara serius dan profesional. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Lolos dari tingkat kabupaten akan membawa kalian ke tingkat provinsi, dan jika berhasil di tingkat Polda, kalian akan melangkah ke tingkat nasional pada Kapolri Cup,” pesannya.
Bagi Polres Bone, penyelenggaraan turnamen ini menjadi bukti bahwa pembinaan generasi muda kini tidak lagi terbatas pada olahraga konvensional. Esports telah berkembang menjadi ruang kompetisi yang menuntut kemampuan berpikir cepat, kerja sama tim, disiplin, dan strategi.
Melalui Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup, institusi kepolisian tidak hanya memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80, tetapi juga membuka ruang bagi talenta-talenta digital di Kabupaten Bone untuk berkembang. Dari ruang pertandingan sederhana di Mapolres Bone, mimpi para pemain muda untuk mengenakan identitas daerah di panggung provinsi hingga nasional mulai dirintis.
Bagi puluhan peserta yang duduk berhadapan dengan gawai dan headset mereka, setiap pertandingan bukan sekadar permainan. Di balik setiap strategi yang disusun dan setiap kemenangan yang diraih, tersimpan harapan untuk membuktikan bahwa prestasi anak muda Bone juga dapat lahir dari dunia esports, membawa nama daerah semakin dikenal di tingkat Sulawesi Selatan hingga Indonesia. (*)


Tinggalkan Balasan