BONE — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang refleksi atas perjalanan pembangunan di Kabupaten Bone. Di balik pembangunan jalan, jembatan, gedung pemerintahan, hingga penataan ruang yang terus bergerak, terdapat kerja teknis yang tidak selalu terlihat, tetapi menentukan wajah Bone ke depan.

Di lini infrastruktur itu, nama Ir. H. Askar, ST., M.Si. memiliki peran strategis sebagai Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bone.

Jabatan tersebut bukan sekadar posisi administratif. Di pundaknya melekat tanggung jawab untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan searah dengan kebijakan pemerintah daerah, memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperhatikan keberlanjutan tata ruang Kabupaten Bone.

Momentum HUT Ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini menjadi semakin bermakna dalam kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM sebagai Bupati Bone bersama Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM sebagai Wakil Bupati Bone.

Keduanya membawa visi Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan (Maberre) yang kemudian dikenal luas melalui tagline BerAmal.

Dalam kerangka visi tersebut, pembangunan infrastruktur memiliki posisi penting. Infrastruktur bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi bagaimana konektivitas antarkawasan diperkuat, pelayanan publik ditingkatkan, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi didukung, dan masyarakat di berbagai wilayah memperoleh akses pembangunan secara lebih berkeadilan.

Infrastruktur sebagai Fondasi Kemandirian

Bagi H. Askar, tugas di Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang merupakan bagian dari proses panjang menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Jalan yang lebih baik berarti mobilitas warga semakin mudah. Infrastruktur yang tertata membuka peluang ekonomi. Bangunan pelayanan publik yang memadai menghadirkan pelayanan pemerintah yang lebih nyaman. Sementara tata ruang yang direncanakan secara baik menjadi fondasi agar pembangunan tidak hanya mengejar kebutuhan hari ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan masa depan.

Di sinilah visi Maberre menemukan relevansinya.

Kemandirian daerah membutuhkan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat. Keadilan membutuhkan pembangunan yang tidak terkonsentrasi pada satu wilayah saja. Sedangkan keberlanjutan membutuhkan perencanaan yang mempertimbangkan tata ruang, lingkungan, kebutuhan generasi mendatang, serta kemampuan daerah dalam mengelola pembangunan.

Sebagai kepala perangkat daerah yang membidangi sektor tersebut, H. Askar berada pada titik penting untuk menerjemahkan arah kebijakan kepala daerah ke dalam kerja-kerja teknis.

Dari Gambar Perencanaan Menjadi Manfaat Nyata

Pembangunan infrastruktur pada dasarnya dimulai dari sesuatu yang tidak selalu terlihat oleh masyarakat: perencanaan. Ada data yang harus dikaji, kebutuhan yang harus dipetakan, prioritas yang harus ditentukan, anggaran yang harus disesuaikan, serta proses teknis yang harus dipastikan berjalan sesuai ketentuan. Setelah itu, barulah pembangunan hadir dalam bentuk yang dapat dilihat dan digunakan masyarakat.

Karena itu, ukuran keberhasilan pembangunan infrastruktur bukan semata seberapa banyak proyek yang dikerjakan. Lebih jauh, keberhasilannya terletak pada seberapa besar infrastruktur tersebut mampu memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat.

Jalan yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar, akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, kawasan permukiman yang tertata, hingga fasilitas publik yang representatif merupakan bagian dari mata rantai pembangunan yang saling berkaitan.

Dalam konteks Bone, tantangan geografis dan luas wilayah membuat pemerataan pembangunan menjadi pekerjaan yang membutuhkan konsistensi, koordinasi, dan perencanaan matang.

Menjaga Semangat Kemerdekaan dalam Pembangunan

Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka bukan sekadar angka peringatan. Ia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja nyata. Bagi pemerintah daerah, salah satu bentuk mengisi kemerdekaan adalah menghadirkan pembangunan yang memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang.

Di Kabupaten Bone, semangat itu diterjemahkan melalui agenda pembangunan yang mengarah pada Bone yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan.

H. Askar bersama jajaran Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang memiliki ruang pengabdian yang sangat konkret dalam agenda tersebut. Infrastruktur yang dibangun hari ini akan menjadi bagian dari wajah Bone di masa mendatang.

Karena itu, setiap ruas jalan, bangunan, kawasan, dan rencana tata ruang sesungguhnya bukan hanya pekerjaan teknis. Di dalamnya terdapat harapan masyarakat tentang akses yang lebih mudah, pelayanan yang lebih baik, aktivitas ekonomi yang semakin hidup, serta lingkungan yang tetap terjaga.

Menatap Bone yang Lebih Terhubung

Di bawah kepemimpinan Bupati H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, semangat BerAmal menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pemerintahan yang bekerja untuk kebutuhan masyarakat. Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang menjadi salah satu perangkat penting dalam mewujudkan ikhtiar tersebut.

H. Askar dituntut tidak hanya memahami persoalan teknis konstruksi dan infrastruktur, tetapi juga mampu membaca kebutuhan pembangunan Bone dalam perspektif yang lebih luas: ekonomi, sosial, lingkungan, tata ruang, dan pelayanan publik. Sebab pembangunan infrastruktur yang baik bukanlah pembangunan yang sekadar terlihat megah. Ia adalah pembangunan yang terhubung dengan kebutuhan rakyat.
Pada momentum HUT Ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI, perjalanan pembangunan Kabupaten Bone pun dapat dibaca sebagai sebuah proses panjang. Dari perencanaan menuju pelaksanaan, dari pembangunan fisik menuju manfaat, dan dari kebutuhan hari ini menuju masa depan.

Di tengah perjalanan itu, H. Askar mengemban tugas untuk memastikan sektor bina marga, cipta karya, dan tata ruang dapat menjadi bagian dari fondasi Bone yang semakin mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan. Sebuah pekerjaan yang mungkin tidak selalu mendapat sorotan, tetapi dampaknya akan dirasakan setiap hari oleh masyarakat. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Dari Bone, semangat kemerdekaan terus diwujudkan melalui kerja, pembangunan, dan pengabdian untuk masyarakat. (*)