BONE — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang refleksi bagi Kabupaten Bone untuk terus memperkuat pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM bersama Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, semangat kemerdekaan diterjemahkan ke dalam kerja nyata melalui visi Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan (Maberre) yang dikenal luas dengan tagline “BerAmal.”
Di balik agenda besar tersebut, terdapat sektor yang menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian daerah, yakni pengelolaan pendapatan daerah.
Pada posisi strategis itu, Ir. H. Muhammad Angkasa, M.Si, selaku Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bone, mengemban tanggung jawab penting dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kontribusi pajak dan retribusi bagi pembangunan.
Bagi Bapenda, meningkatkan pendapatan daerah bukan semata-mata berbicara tentang angka dalam laporan keuangan. Lebih jauh, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan bagian dari upaya memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.
Kemerdekaan dan Kemandirian Daerah
Semangat kemerdekaan memiliki makna yang relevan dengan agenda pembangunan daerah. Jika kemerdekaan bangsa diperjuangkan untuk membangun kedaulatan, maka kemandirian fiskal daerah menjadi salah satu modal penting agar pemerintah daerah memiliki ruang yang lebih kuat dalam menentukan dan menjalankan prioritas pembangunan.
Dalam konteks Bone, arah tersebut sejalan dengan visi Maberre: Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan.
Muhammad Angkasa sebagai pimpinan Bapenda dituntut menerjemahkan visi tersebut melalui tata kelola pendapatan yang efektif, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Pengelolaan pendapatan daerah juga membutuhkan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Digitalisasi pelayanan, pemutakhiran data wajib pajak, pengawasan potensi penerimaan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendapatan daerah yang semakin modern.
Setiap rupiah pendapatan daerah pada akhirnya memiliki keterkaitan dengan pembangunan. Ketika penerimaan daerah dapat dikelola dan dioptimalkan dengan baik, pemerintah memiliki dukungan yang lebih kuat untuk menjalankan program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat. Karena itu, tugas Bapenda memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar melakukan pemungutan pajak dan retribusi.
Masyarakat perlu memahami bahwa membayar pajak daerah bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bentuk partisipasi dalam pembangunan Bone. Di sinilah kepemimpinan Muhammad Angkasa menjadi penting. Dengan latar belakang dan pengalaman birokrasi yang dimilikinya, ia berada pada posisi untuk mendorong Bapenda menjadi perangkat daerah yang tidak hanya berorientasi pada target penerimaan, tetapi juga mengedepankan pelayanan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Menjawab Tantangan Pendapatan di Era BerAmal
Tagline BerAmal yang melekat pada pemerintahan Bupati H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin membawa semangat pelayanan dan kerja nyata bagi masyarakat Bone. Dalam kerangka itu, optimalisasi pendapatan daerah menjadi salah satu pekerjaan rumah yang tidak dapat dipisahkan dari cita-cita mewujudkan Bone yang mandiri.
Tantangannya tidak ringan. Potensi pendapatan harus terus dipetakan, data perlu diperbarui, kebocoran penerimaan harus ditekan, sementara pelayanan kepada masyarakat wajib semakin mudah dan cepat. Pendekatan yang humanis juga menjadi penting. Kepatuhan masyarakat akan tumbuh ketika pemerintah mampu menghadirkan pelayanan yang jelas, mudah diakses, transparan, dan memberikan rasa keadilan. Karena itu, peningkatan PAD idealnya berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Momentum HUT ke-81 RI
Peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2026 menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana semangat kemerdekaan diterjemahkan dalam pembangunan daerah. Bagi Kabupaten Bone, kemerdekaan bukan hanya peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun. Ia menjadi energi untuk terus bekerja membangun daerah yang lebih mandiri, adil dan berkelanjutan.
Di tengah semangat tersebut, Bapenda Kabupaten Bone berada pada salah satu garis depan dalam memperkuat fondasi kemandirian daerah. Di bawah kepemimpinan Ir. H. Muhammad Angkasa, M.Si, tantangan pengelolaan pendapatan diharapkan dapat dijawab dengan inovasi, integritas dan pelayanan yang semakin baik.
Sebab, kemandirian daerah tidak lahir dalam satu malam. Ia dibangun dari kepatuhan masyarakat, profesionalisme aparatur, pengelolaan potensi yang optimal, serta kebijakan yang berpihak pada kepentingan pembangunan. Momentum HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI pun menjadi pengingat bahwa membangun Bone adalah pekerjaan bersama.
Pemerintah hadir melalui kebijakan dan pelayanan. Masyarakat berkontribusi melalui partisipasi dan kepatuhan. Dunia usaha ikut bergerak melalui aktivitas ekonomi yang produktif. Jika seluruh elemen berjalan dalam satu irama, visi Maberre bukan sekadar slogan, tetapi dapat menjadi arah bersama menuju Bone yang semakin mandiri, berkeadilan dan berkelanjutan.
Di sanalah makna BerAmal menemukan relevansinya: bekerja, melayani dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Bone. (*)


Tinggalkan Balasan