WATAMPONE — Lapangan Merdeka Watampone menjadi saksi sebuah momen yang sarat makna bagi keluarga besar UPT RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone pada Senin, 17 Agustus 2026. Di tengah khidmatnya upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah penghargaan atas pengabdian diberikan kepada salah seorang aparatur yang selama satu dekade mendedikasikan dirinya untuk pelayanan publik.

Adalah Nina Maina Marhani, S.Kep., Ns., Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan UPT RSUD Tenriawaru, yang pada momentum bersejarah tersebut secara resmi menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X Tahun dari Presiden Republik Indonesia.

Penghargaan itu bukan sekadar tanda kehormatan. Di baliknya terdapat perjalanan panjang selama 10 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan pengabdian yang dijalani melalui dedikasi, kejujuran, kecakapan, serta kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

Bagi Nina, penghargaan tersebut menjadi penanda atas perjalanan pengabdian yang telah dilaluinya. Sebuah penghargaan yang sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap tugas yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab memiliki arti bagi masyarakat yang dilayani.

Momen itu terasa semakin istimewa karena Nina tidak berdiri sendiri. Di sisinya hadir sang suami tercinta, H. Jemmy, S.Sos., MM., yang saat ini mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone.

Kehadiran sang suami menjadi dukungan tersendiri di tengah suasana penuh kebanggaan tersebut. Ada kebahagiaan yang seolah menjadi milik bersama tentang sebuah pencapaian yang lahir dari perjalanan pengabdian, sekaligus dukungan keluarga yang menyertai setiap langkah.

Bagi keluarga besar UPT RSUD Tenriawaru, penghargaan yang diterima Nina juga menjadi kebanggaan tersendiri. Sebab, pengabdian seorang tenaga kesehatan tidak hanya berbicara tentang profesi dan rutinitas pekerjaan, tetapi juga tentang komitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Satyalancana Karya Satya X Tahun yang diterimanya diharapkan menjadi energi baru untuk melanjutkan pengabdian. Lebih dari itu, pencapaian tersebut diharapkan dapat menginspirasi jajaran tenaga kesehatan di UPT RSUD Tenriawaru maupun seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Bone.

Sebab, penghargaan pada akhirnya bukanlah garis akhir. Ia adalah pengingat bahwa pengabdian harus terus berlanjut—dengan semangat yang sama, integritas yang terjaga, dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Di bawah kibaran Merah Putih dan dalam suasana peringatan kemerdekaan, penghargaan itu pun menemukan maknanya sendiri: sepuluh tahun pengabdian yang telah dilalui, dan perjalanan panjang yang masih menanti untuk terus memberikan arti. (*)