BONE — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bone, H. A. Akbar, S.Pd., M.Pd., memantau langsung kegiatan latihan sekaligus kesiapan venue Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Bone di Kompleks Stadion Lapatau Matanna Tikka, Kabupaten Bone, Kamis, 29 September 2026 lalu.

Didampingi Ketua FPTI Kabupaten Bone, Asrianto, Kadispora Bone melihat langsung kondisi infrastruktur lapangan panjat tebing yang akan digunakan sebagai salah satu venue pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan.

Kabupaten Bone diketahui menjadi salah satu daerah tuan rumah Porprov XVIII, termasuk untuk cabang olahraga panjat tebing. Karena itu, kesiapan venue menjadi perhatian mengingat waktu pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut semakin dekat.

Ketua FPTI Kabupaten Bone, Asrianto, mengungkapkan bahwa pembenahan infrastruktur lapangan panjat tebing membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Pihaknya telah mengusulkan kebutuhan anggaran untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian venue sesuai standar pertandingan saat ini. “Untuk membenahi infrastruktur lapangan yang akan dijadikan tempat bertanding tidak sedikit anggaran. Kami sudah usulkan. Kalau waktunya saat ini sekitar satu bulan, masih bisa dikerjakan,” ungkap Asrianto.

Ia memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pembenahan venue tersebut mencapai sekitar Rp400 juta. Menurutnya, standar fasilitas panjat tebing saat ini telah mengalami perubahan dibandingkan dengan standar sebelumnya. “Kita estimasikan anggaran Rp400 juta. Karena standar panjat tebing berbeda dengan dahulu,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap pembenahan venue dapat segera dilakukan dengan melibatkan tenaga yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang tersebut. “Oleh karena itu, besar harapan kami bahwa ini bisa dibenahi, karena ini adalah satu-satunya venue yang digunakan dalam Porprov ini. Dan kita menjadi tuan rumah pelaksanaan panjat tebing,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Bone, H. A. Akbar, juga mendorong pembenahan venue panjat tebing dapat segera direalisasikan mengingat waktu persiapan menuju Porprov XVIII yang semakin singkat. “Waktunya tinggal sedikit, sedikit sekali,” kata Akbar.

Menurutnya, proses pembenahan venue juga membutuhkan tenaga ahli yang benar-benar memahami pemasangan sarana panjat tebing. Hal tersebut dinilai penting karena menyangkut aspek keselamatan para atlet yang nantinya bertanding. “Pengerjaannya bukan orang Bone, tapi orang dari Makassar yang memang betul-betul tahu bagaimana cara memasang, karena ini agak rawan,” ujarnya.

Akbar menegaskan, pemasangan sarana panjat tebing tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Penggunaan alat maupun pemasangan yang tidak sesuai standar dapat berisiko terhadap keselamatan atlet. “Tidak bisa dibayangkan kalau misalnya alatnya tidak sesuai, kemudian itu menjadi fatal bagi atlet kita,” tegasnya. (*)