BONE — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang refleksi tentang makna kemerdekaan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Di Kabupaten Bone, semangat itu tidak hanya diterjemahkan melalui pembangunan infrastruktur dan pelayanan pemerintahan, tetapi juga melalui pengabdian di bidang kesehatan.

Di tengah semangat pembangunan Kabupaten Bone menuju visi Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan (Maberre) yang digaungkan melalui tagline BerAmal, sosok H. Mohammad Rostang, SE., SKM., M.Kes mengemban amanah sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Pancaitana Kabupaten Bone.

Jabatan tersebut bukan sekadar posisi struktural. Di baliknya terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan rumah sakit daerah mampu hadir sebagai tempat masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, manusiawi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Sebagai pimpinan rumah sakit, Mohammad Rostang berada pada posisi strategis dalam menggerakkan berbagai unsur pelayanan. Mulai dari tenaga kesehatan, tenaga administrasi, fasilitas pelayanan, hingga tata kelola rumah sakit harus berjalan dalam satu arah: memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kemerdekaan yang Dirasakan dari Pelayanan Kesehatan

Bagi masyarakat, makna kemerdekaan tidak selalu hadir dalam bentuk seremoni. Kemerdekaan juga dapat dirasakan ketika seorang pasien mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa dipersulit, ketika keluarga pasien memperoleh informasi yang jelas, serta ketika tenaga kesehatan bekerja dengan penuh tanggung jawab.

Di titik inilah peran Direktur RSUD Datu Pancaitana menjadi penting. Mohammad Rostang dituntut tidak hanya memahami aspek manajerial rumah sakit, tetapi juga mampu membaca kebutuhan masyarakat. Pengalaman dan latar belakangnya di bidang ekonomi, kesehatan masyarakat, serta magister kesehatan menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.

Rumah sakit daerah merupakan salah satu wajah pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Setiap pasien yang datang membawa kebutuhan, harapan, bahkan kecemasan. Karena itu, kualitas pelayanan menjadi bagian penting dari kehadiran pemerintah dalam memenuhi hak dasar masyarakat.

Menguatkan Rumah Sakit sebagai Institusi Pelayanan Publik

Di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM dan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, pembangunan daerah diarahkan pada visi Maberre: Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan.

Dalam kerangka tersebut, sektor kesehatan menjadi salah satu fondasi penting. Masyarakat yang sehat merupakan modal utama bagi terwujudnya daerah yang mandiri dan berkelanjutan. RSUD Datu Pancaitana memiliki posisi strategis untuk mendukung agenda tersebut. Rumah sakit bukan hanya tempat mengobati orang sakit, tetapi juga bagian dari ekosistem pembangunan manusia.

Karena itu, kepemimpinan di rumah sakit membutuhkan kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara kualitas pelayanan, profesionalisme sumber daya manusia, pengelolaan fasilitas, efisiensi anggaran, serta tuntutan masyarakat yang terus berkembang. Sebagai direktur, Mohammad Rostang memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh komponen tersebut bergerak secara terpadu.

Di balik aktivitas pelayanan rumah sakit yang berlangsung setiap hari, terdapat kerja yang tidak selalu terlihat. Ada keputusan yang harus diambil, pelayanan yang harus dievaluasi, sumber daya yang harus dikelola, dan berbagai kebutuhan masyarakat yang harus dijawab.

Kepemimpinan rumah sakit pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang angka dan administrasi. Ada dimensi kemanusiaan yang melekat dalam setiap kebijakan.

Seorang direktur rumah sakit harus mampu memastikan bahwa setiap kebijakan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan. Sebab, ukuran keberhasilan rumah sakit pada akhirnya dapat dirasakan langsung oleh pasien dan keluarganya. Semangat profesionalisme, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap masyarakat menjadi nilai penting dalam membangun kepercayaan publik.

Menghidupkan Semangat BerAmal

Momentum HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada bangsa tidak berhenti pada perjuangan masa lalu. Di era sekarang, pengabdian hadir melalui pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing.

Bagi seorang pemimpin rumah sakit daerah, pengabdian itu diwujudkan melalui upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat.

Di RSUD Datu Pancaitana, tanggung jawab tersebut berada di pundak Mohammad Rostang bersama seluruh jajaran dan tenaga kesehatan. Semangatnya sejalan dengan cita-cita pembangunan Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Andi Asman Sulaiman dan Andi Akmal Pasluddin.

Jika visi Maberre adalah arah pembangunan, maka pelayanan publik yang berkualitas adalah salah satu jalan untuk mewujudkannya. Dan jika BerAmal menjadi tagline pemerintahan, maka bekerja dengan profesional, melayani dengan hati, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat merupakan bentuk pengamalan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga tentang menghadirkan rasa aman, memperoleh hak pelayanan, dan mendapatkan kesempatan untuk hidup sehat dan bermartabat.

Dari rumah sakit daerah, semangat itu terus dirawat. Melalui tangan para tenaga kesehatan, keputusan para pengelola, dan kepemimpinan Mohammad Rostang, pelayanan kesehatan menjadi bagian dari perjalanan Kabupaten Bone menuju masyarakat yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Dari Bone, pengabdian terus menyala untuk masyarakat. (*)