BONE– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan hak anak melalui partisipasi aktif pada kegiatan Bimbingan Teknis Peninjauan Ulang Verifikasi Administrasi (PUVA) Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Ruang Pimpinan Bappeda Kabupaten Bone, Selasa (7/7).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menugaskan salah satu staf sebagai penyedia data dan dokumen pendukung untuk mengikuti bimbingan teknis. Keikutsertaan tersebut merupakan bentuk dukungan Lapas Watampone terhadap proses evaluasi Kabupaten Layak Anak yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Bimbingan teknis membahas berbagai aspek dalam peninjauan ulang verifikasi administrasi, mulai dari indikator penilaian, mekanisme penginputan data dukung, hingga evaluasi terhadap dokumen yang telah diunggah oleh masing-masing instansi. Peserta juga diberikan arahan terkait perbaikan dan penyesuaian data berdasarkan catatan serta rekomendasi dari verifikator pusat agar proses penilaian dapat berjalan sesuai ketentuan.
Melalui forum tersebut, seluruh perangkat daerah dan instansi terkait didorong untuk memperkuat koordinasi serta memastikan data dan dokumen pendukung yang disampaikan telah lengkap, akurat, dan sesuai dengan indikator Kabupaten Layak Anak. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan Kabupaten Bone meraih predikat Kabupaten Layak Anak.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa keikutsertaan Lapas dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen untuk mendukung program pemerintah melalui penyediaan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mendukung penuh upaya Pemerintah Kabupaten Bone dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Melalui kegiatan ini, kami memperoleh penguatan pemahaman terkait mekanisme verifikasi administrasi sehingga penyediaan data dan dokumen pendukung dapat dilakukan secara tertib, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Rahnianto.
Melalui keikutsertaan dalam Bimbingan Teknis PUVA, Lapas Kelas IIA Watampone berharap koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bone dan seluruh instansi terkait semakin erat, sehingga proses verifikasi administrasi dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Bone sebagai Kabupaten Layak Anak. (*)


Tinggalkan Balasan