MAKASSAR– Di balik sebuah tabung merah berukuran tak lebih dari satu meter, tersimpan harapan besar untuk menyelamatkan nyawa, harta benda, dan masa depan. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) memang terlihat sederhana, tetapi dalam hitungan detik saat kobaran api mulai muncul, peralatan inilah yang kerap menjadi pembeda antara insiden kecil dan bencana besar.

Semangat itulah yang mewarnai penyerahan bantuan lima unit APAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bone di Kantor BPBD Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Selasa (7/7/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Doddy Rahmat, ST., MM., kepada Plt. Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Andi Supriadi, SH. Penyerahan turut disaksikan Kabid Pencegahan Ir. Akbar, ST., MT., dan Kabid Pemadaman Baharuddin, SE., MM.

Meski jumlahnya hanya lima unit, bantuan ini memiliki makna yang jauh lebih besar. APAR tersebut bukan sekadar melengkapi peralatan operasional, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar keselamatan dan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran.

Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Doddy Rahmat, menegaskan bahwa APAR merupakan perangkat penting dalam penanganan awal kebakaran. Menurutnya, semakin cepat api ditangani pada fase awal, semakin besar peluang mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

“APAR merupakan peralatan yang sangat penting untuk penanganan awal kebakaran. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal, baik untuk kesiapsiagaan petugas maupun kegiatan edukasi kepada masyarakat agar mampu melakukan penanganan awal sebelum api membesar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap teknik penggunaan APAR melalui metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep). Metode sederhana tersebut dinilai efektif untuk memadamkan api pada tahap awal sehingga mampu mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.

Bagi Damkarmat Kabupaten Bone, bantuan ini menjadi energi baru dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Plt. Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Andi Supriadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui BPBD.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD Provinsi Sulawesi Selatan atas bantuan yang diberikan. APAR ini akan kami manfaatkan tidak hanya sebagai perlengkapan operasional, tetapi juga untuk pelatihan, simulasi tanggap darurat, dan edukasi kepada masyarakat agar semakin siap menghadapi potensi kebakaran,” katanya.

Menurutnya, APAR-APAR tersebut nantinya akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis dan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sosialisasi. Tujuannya bukan hanya memperkuat kesiapan personel pemadam, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat bahwa penanganan dini merupakan kunci utama dalam mencegah kebakaran meluas.

Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan berbagai potensi risiko kebakaran, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem mitigasi bencana. Bantuan lima unit APAR ini mungkin tampak sederhana, namun menjadi simbol bahwa perlindungan terhadap masyarakat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama.

Sebab, pada akhirnya, keberhasilan penanggulangan kebakaran tidak hanya ditentukan oleh cepatnya mobil pemadam tiba di lokasi, tetapi juga oleh kesiapan setiap orang untuk bertindak pada detik-detik pertama ketika api mulai menyala. Dari lima tabung pemadam itu, tersimpan harapan agar semakin banyak warga Bone yang mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya dari ancaman kebakaran. (*)