BONE– UPT SMAN 5 Bone bertempat di Desa Patangkai, Kecamatan Lappariaja, Kamis, (23/4/2026), berubah menjadi ruang pertemuan penuh energi. Bukan sekadar seremoni pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Kepramukaan (Porsaka) SMAN 5 Bone, tetapi juga momentum yang mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu panggung kebersamaan.
Di tengah riuh tepuk tangan siswa dan derap langkah peserta, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM., berdiri bukan hanya sebagai kepala daerah melainkan sebagai bagian dari sejarah sekolah itu sendiri. Ia adalah alumni angkatan 1997, saat sekolah ini masih bernama SMAN 1 Lappariaja.
Kehadirannya terasa lebih personal. Dan momen itu mencapai puncaknya ketika ia dikukuhkan sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMAN 5 Bone periode 2026–2029 oleh Kepala UPT SMAN 5 Bone, Drs. H. Andi Harbin Nur. “Sekolah yang besar adalah sekolah yang mampu memberdayakan alumninya,” ujar Andi Harbin Nur, menegaskan filosofi yang kini mulai diwujudkan secara nyata.
Porsaka bukan hanya ajang lomba olahraga, seni, dan kepramukaan. Di SMAN 5 Bone, kegiatan ini menjadi ruang regenerasi tempat karakter, bakat, dan kebersamaan dibentuk sejak dini.
Di balik berbagai perlombaan yang digelar, tersimpan misi besar: memperkenalkan wajah sekolah kepada masyarakat sekaligus memperkuat identitas siswa sebagai bagian dari institusi yang terus berkembang.
Data yang disampaikan pihak sekolah menunjukkan perjalanan panjang itu. Sejak berdiri tahun 1985, jumlah alumni telah mencapai 11.064 orang. Pada Mei 2026 mendatang, angka itu akan bertambah dengan kelulusan 296 siswa angkatan ke-42.
Sementara itu, sekolah saat ini menampung 1.029 siswa dengan dukungan 57 PNS dan 29 tenaga PPPK angka yang menunjukkan geliat sekaligus tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengajar ke depan.
Pengukuhan Bupati Bone sebagai Ketua IKA menjadi simbol kuat bahwa alumni bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan aset strategis bagi masa depan sekolah.
Kehadiran tokoh-tokoh alumni seperti Wakil Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan, H. Saipullah, serta tokoh masyarakat Saifullah Latif semakin mempertegas jaringan alumni yang solid dan berpengaruh. Di titik inilah Porsaka menemukan makna lebih dalam—ia bukan hanya milik siswa, tetapi juga ruang temu lintas generasi.
Di balik semangat kebersamaan itu, SMAN 5 Bone juga terus menata diri dari sisi kualitas lingkungan. Predikat Adiwiyata Nasional 2024 menjadi pijakan penting menuju target berikutnya: Adiwiyata Mandiri. Program green house yang tengah dikembangkan menjadi simbol transformasi sekolah menuju ekosistem pendidikan yang lebih hijau, inovatif, dan berkelanjutan.
Di tengah semarak gelaran Pekan Olahraga, Seni, dan Kepramukaan (Porsaka) SMA 5 Bone, terselip pesan hangat sekaligus reflektif dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman. Tak sekadar hadir membuka kegiatan, ia juga berdiri sebagai bagian dari keluarga besar alumni mengemban amanah baru sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMA 5 Bone.
Dengan nada penuh syukur, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua IKA. Bagi Bupati Bone ini, Porsaka bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pertemuan berbagai potensi yang dimiliki generasi muda. “Ini kegiatan yang luar biasa karena mampu mengintegrasikan olahraga, seni, dan kepramukaan dalam satu momentum yang bermanfaat,” ujarnya.
Lebih dari itu, ia menekankan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam meraih kesuksesan. Dari rahim SMA Lappariaja, kata dia, telah lahir banyak sosok yang berhasil menembus berbagai bidang strategis mulai dari tingkat nasional hingga daerah. Ia menyinggung kiprah para alumni yang telah menjadi Menteri Pertanian, hingga kepala daerah seperti Bupati Bone dan Bupati Soppeng.
Pernyataan tersebut bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga pesan tersirat kepada para siswa yang tengah berkompetisi: bahwa jejak keberhasilan itu nyata dan bisa dilanjutkan.
Sebagai bentuk komitmen nyata, H. Andi Asman Sulaiman yang mewakili alumni angkatan 1997 turut menyerahkan bantuan pembangunan green house. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang belajar baru bagi siswa dalam mengembangkan keterampilan bercocok tanam, baik sayuran maupun bunga hias sebuah langkah kecil menuju pendidikan berbasis praktik dan kemandirian.
Tak berhenti di situ, ia juga menyiapkan hadiah sebesar Rp10 juta bagi peserta terbaik. Bagi dirinya, penghargaan bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga pemantik semangat bagi siswa untuk terus berprestasi.
Di penghujung sambutannya, ia menutup dengan pesan sederhana namun kuat sebuah bekal mental bagi generasi muda yang sedang menapaki masa depan. “Percaya diri, semangat, dan doa adalah kunci untuk meraih masa depan yang lebih baik,” imbuhnya. (*)



Tinggalkan Balasan