JAKARTA– Di tengah arus transformasi layanan publik yang semakin dinamis, Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM sebagai Bupati Bone kembali menorehkan prestasi membanggakan di level nasional. Pada ajang Top BUMD Awards 2026 yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin (13/4/2026), Bone dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan bergengsi tersebut.

Penghargaan ini diselenggarakan oleh Majalah TOPBUSINESS bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah, LKN Astacita, serta berbagai asosiasi dan konsultan bisnis nasional. Mengusung tema “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”, ajang ini menjadi panggung apresiasi bagi daerah yang mampu mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan BLUD secara inovatif dan berdampak luas.

Tak hanya itu, Bupati Bone juga masuk dalam jajaran kepala daerah terbaik dengan predikat Top Business Inspire Great Business Performance – Strategi BUMD Jempolan 2026. Capaian ini menegaskan bahwa kepemimpinan daerah memiliki peran krusial dalam mendorong performa dan inovasi layanan publik.

Inovasi Layanan Kesehatan Jadi Kunci

Keberhasilan Bone tak lepas dari penguatan layanan kesehatan berbasis BLUD, khususnya di RSUD Tenriawaru Bone dan RSUD Datu Pancaitana. RSUD Tenriawaru tampil sebagai rumah sakit “bintang lima”, sementara RSUD Datu Pancaitana berada di level “bintang empat”. Keduanya menjadi tulang punggung transformasi layanan kesehatan di Kabupaten Bone.

Bagi RSUD Tenriawaru, inovasi bukan sekadar pelengkap. Ia telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis rumah sakit. Di tengah tuntutan pelayanan yang semakin kompleks, rumah sakit ini berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga humanis.

Direktur RSUD Tenriawaru dr. H. Muhammad Syahrir, SKM., M.Kes menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, hingga masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat layanan kesehatan, baik umum maupun spesialistik.

Layanan Semakin Mudah dan Humanis

Salah satu inovasi unggulan adalah layanan Kerabat Prioritas, sebuah sistem pengantaran obat langsung ke rumah pasien. Program ini menyasar kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, hingga pasien penyakit kronis.

Tak hanya itu, digitalisasi layanan juga menjadi fokus utama. Sistem reservasi online memungkinkan pasien mengambil nomor antrean tanpa harus datang lebih awal ke rumah sakit. Hal ini secara signifikan mengurangi antrean dan meningkatkan efisiensi pelayanan.

Transformasi digital diperkuat dengan sistem informasi manajemen rumah sakit yang terintegrasi, mempercepat alur layanan dari pendaftaran hingga administrasi.

Budaya Inovasi yang Terus Tumbuh

Di RSUD Tenriawaru, inovasi telah menjelma menjadi budaya kerja. Berbagai program kreatif lahir dari internal, seperti: SI CANTIK, sistem informasi pelayanan terintegrasi, SIPEDEKATE, sistem pendidikan klinik untuk mendukung fungsi rumah sakit sebagai institusi pendidikan. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa rumah sakit daerah mampu bersaing dan beradaptasi di tengah persaingan layanan kesehatan modern.

Komitmen untuk Masa Depan

Sejak berdiri pada 1988 dan berstatus BLUD sejak 2010, RSUD Tenriawaru terus berkembang menjadi rumah sakit kelas B dengan akreditasi paripurna. Kini, rumah sakit ini juga berperan sebagai rumah sakit pendidikan.

Di bawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman, perhatian terhadap sektor kesehatan tak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata. Salah satunya terlihat dalam kegiatan sosial Ramadan 2026, di mana pemerintah daerah memberikan bantuan kepada ibu hamil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi masa depan.

Bone di Jalur Transformasi

Penghargaan Top BUMD Awards 2026 menjadi bukti bahwa Kabupaten Bone berada di jalur yang tepat dalam membangun layanan publik yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara kepemimpinan yang visioner dan budaya inovasi yang kuat, Bone tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai daerah yang adaptif dan kompetitif di tingkat nasional. (*)