BONE – Kabupaten Bone terus menunjukkan kinerja pembangunan yang menggembirakan. Berbagai indikator makro ekonomi dan sosial mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang semakin kuat, hingga terkendalinya laju inflasi daerah. Namun demikian, tantangan pembangunan masih memerlukan perhatian bersama agar capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Sebagai lembaga penyedia data statistik resmi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone H. Abdi Amin, SE., MM. menyampaikan lima rekomendasi strategis yang dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pembangunan Kabupaten Bone pada tahun 2026.

Menjaga Tren Penurunan Kemiskinan

Salah satu capaian yang patut diapresiasi adalah keberhasilan Kabupaten Bone menurunkan angka kemiskinan hingga mencapai satu digit dalam tiga tahun terakhir. Persentase penduduk miskin turun dari 10,53 persen pada 2023 menjadi 9,58 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 9,13 persen pada 2025.

Untuk mempertahankan tren positif tersebut, BPS menekankan pentingnya pembaruan data kemiskinan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar berbagai program bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Selain itu, pendekatan pengentasan kemiskinan perlu diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan kerja, fasilitasi permodalan, serta penciptaan lapangan kerja produktif.

Pembangunan infrastruktur dasar seperti sanitasi, akses air bersih, rumah layak huni, dan konektivitas wilayah tertinggal juga menjadi faktor penting dalam membuka akses ekonomi masyarakat dan mengurangi kesenjangan pembangunan.

Menghadapi Transformasi Ketenagakerjaan

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bone pada 2025 tercatat relatif rendah, yakni sebesar 2,75 persen. Namun demikian, jumlah penganggur meningkat sekitar 2,14 ribu orang seiring pertumbuhan angkatan kerja yang lebih cepat dibandingkan kemampuan pasar kerja menyerap tenaga kerja baru.

Di sisi lain, terjadi pergeseran struktur tenaga kerja dari sektor pertanian menuju sektor jasa. Fenomena ini menunjukkan adanya transformasi ekonomi yang perlu diantisipasi melalui kebijakan yang tepat.

BPS merekomendasikan pengembangan agroindustri dan hilirisasi pertanian agar sektor pertanian tetap mampu memberikan nilai tambah yang tinggi serta menarik bagi generasi muda. Program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerja juga perlu diperluas untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan sektor jasa dan industri yang terus berkembang.

Memperkuat Pengendalian Inflasi Daerah

Inflasi Kabupaten Bone pada Mei 2026 menunjukkan kondisi yang cukup terkendali dengan inflasi tahunan sebesar 3,53 persen dan inflasi bulanan sebesar minus 0,02 persen. Meski demikian, beberapa komoditas seperti tomat, bawang merah, dan ikan bandeng masih menjadi penyumbang utama fluktuasi harga sepanjang tahun.

Untuk menjaga stabilitas harga, BPS mendorong pemanfaatan data mingguan perkembangan harga bahan pokok yang tersedia pada Dinas Perdagangan sebagai sistem peringatan dini. Jika suatu komoditas mengalami kenaikan harga selama dua minggu berturut-turut, maka intervensi pasar dapat segera dilakukan.

Selain itu, diperlukan pemetaan sentra produksi komoditas unggulan di setiap kecamatan agar pasokan lokal dapat dioptimalkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bone sebelum dipasarkan ke luar daerah. Kelancaran distribusi logistik juga harus dijaga, terutama menjelang musim kemarau, musim hujan, pasca panen, dan hari-hari besar keagamaan yang sering memengaruhi harga pangan.

Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Sektor Unggulan

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone menunjukkan tren yang semakin kuat. Setelah tumbuh 3,77 persen pada 2023 dan meningkat menjadi 5,56 persen pada 2024, perekonomian Bone kembali tumbuh hingga 6,03 persen pada 2025.

Kinerja sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah juga semakin menguat. Pada Triwulan I Tahun 2026, produksi padi meningkat sebesar 26,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara produksi jagung tumbuh sebesar 6,10 persen.

Melihat besarnya kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bone, BPS menilai sektor primer harus terus diperkuat melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi.

Di sektor pertanian, penerapan strategi zonasi, pembangunan embung desa untuk sistem water harvesting, penggunaan pola tanam jajar legowo, serta pembangunan penggilingan padi modern di dalam daerah menjadi langkah yang perlu diprioritaskan.

Sementara itu, sektor perikanan memerlukan modernisasi alat tangkap nelayan serta pengembangan industri hilir seperti fasilitas pembekuan ikan, cold storage, industri pengalengan, dan pengolahan rumput laut. Pada sektor peternakan, integrasi usaha sapi dan jagung, pembangunan Rumah Potong Hewan modern, serta industri pakan berbasis limbah lokal dapat meningkatkan efisiensi dan nilai tambah ekonomi.

Selain penguatan sektor unggulan, percepatan realisasi belanja daerah dan proyek-proyek infrastruktur pemerintah juga diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Kemudahan perizinan investasi turut menjadi faktor penting untuk menarik investasi baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Data Sektoral yang Kuat untuk Perencanaan yang Tepat

Pembangunan yang efektif membutuhkan data yang berkualitas. Karena itu, BPS Kabupaten Bone menekankan pentingnya penguatan data sektoral pemerintah daerah.

Pelaku usaha dan mitra pemerintah didorong untuk menyampaikan data yang akurat guna mendukung perencanaan pembangunan yang berbasis bukti. Selain itu, sektor industri manufaktur yang saat ini menjadi kontributor terbesar keempat terhadap PDRB Bone perlu didukung dengan ketersediaan data yang lebih lengkap dan berkesinambungan.

BPS juga merekomendasikan penunjukan organisasi perangkat daerah (OPD) yang secara khusus bertanggung jawab melakukan pencatatan volume dan nilai komoditas ekspor-impor melalui pelabuhan, bandara, maupun jembatan timbang. Langkah ini penting untuk meningkatkan kualitas statistik perdagangan sekaligus mencegah terjadinya aktivitas perdagangan ilegal.

Komitmen Bersama untuk Bone yang Lebih Maju

Berbagai capaian positif yang telah diraih Kabupaten Bone menunjukkan bahwa pembangunan daerah berada pada jalur yang tepat. Namun, keberlanjutan keberhasilan tersebut memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

Melalui lima rekomendasi strategis ini, BPS Kabupaten Bone berharap pembangunan daerah dapat semakin terarah, berbasis data, serta mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan demi terwujudnya Bone yang lebih maju dan sejahtera. (*)