BONE–Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone terasa berbeda. Deretan motor sampah berwarna cerah berjejer rapi, mencerminkan semangat baru dalam upaya menjaga kebersihan di Bumi Arung Palakka. Suara tepuk tangan menyambut momen penyerahan simbolis tiga unit motor sampah dari Bank Mandiri kepada Pemerintah Kabupaten Bone.

Bantuan ini menandai langkah baru dalam kolaborasi lintas sektor yang terus berkembang. Setelah sebelumnya Bank BRI dan PT Aruland turut serta memberikan bantuan armada kebersihan, kini giliran Bank Mandiri menegaskan kepeduliannya terhadap lingkungan dan pembangunan daerah.

“Ini adalah bentuk nyata sinergitas yang terus kami bangun bersama mitra pemerintah,” ujar Emma Rahmawati, Kepala Cabang Bank Mandiri Bone. “Kami ingin menjadi bagian dari perubahan positif, dari mewujudkan Bone sebagai kota yang bersih, sehat, hingga mendukung sektor UMKM dan pertanian.”

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, yang menerima langsung bantuan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian tinggi yang ditunjukkan pihak Bank Mandiri.

“Dengan bertambahnya armada motor sampah ini, kami yakin distribusi dan pengelolaan sampah akan semakin baik. Hari ini sudah lima unit yang kami terima, satu dari BRI, satu dari PT Aruland, dan tiga dari Bank Mandiri. Insyaallah akan terus bertambah,” ungkapnya dengan optimisme.

Tak hanya berhenti pada motor sampah, Bank Mandiri juga menyusun langkah lanjutan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat Bone. Andi Abdul Kadir Arisaid, Asisten Vice President Bank Mandiri Area Parepare, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai program pemberdayaan ekonomi.

“Ini baru permulaan. Ke depan kami akan mendukung UMKM dengan bantuan gerobak usaha dan pembinaan permodalan. Kami telah menyiapkan dana kurang lebih Rp120 miliar untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menyasar sektor pertanian dan UMKM di Kabupaten Bone,” katanya.

Langkah Bank Mandiri ini bukan hanya tentang pengadaan motor sampah, tetapi juga tentang memperkuat pondasi pembangunan daerah dari berbagai sisi—lingkungan, ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat. Sebuah pendekatan menyeluruh yang menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam mewujudkan Bone sebagai kabupaten yang bersih, tangguh, dan mandiri.

Di balik deru mesin motor sampah yang akan segera beroperasi di pelosok-pelosok kota, tersimpan harapan besar: agar Bone tak hanya bersih secara fisik, tapi juga tumbuh menjadi simbol keberhasilan kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. (*)