MAKASSAR – Semangat membangun prestasi olahraga Sulawesi Selatan terasa kuat dalam pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang mengusung tema “Membangun Prestasi Menuju Puncak Juara”. Kegiatan yang berlangsung pada 13–14 Juni 2026 tersebut menjadi forum strategis bagi seluruh insan olahraga Sulawesi Selatan untuk menyusun arah pembangunan olahraga sekaligus mempersiapkan agenda besar daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Di tengah berbagai agenda penting yang dibahas, perhatian peserta raker tertuju pada kesiapan Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo yang akan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Selatan XVIII Tahun 2026. Kehadiran Ketua KONI Kabupaten Bone Drs. Asiswa Karim bersama Sekretaris KONI Bone Mukhlis, S.Pd., M.Pd., menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi sekaligus memaparkan kesiapan daerah dalam menyambut pesta olahraga terbesar di Sulawesi Selatan tersebut.

Dalam forum itu, Kabupaten Bone mempresentasikan berbagai aspek persiapan, mulai dari infrastruktur olahraga, dukungan pemerintah daerah, hingga sinergi dengan Kabupaten Wajo sebagai tuan rumah bersama. Paparan tersebut mendapat perhatian positif dari peserta raker yang melihat kesiapan kedua daerah sebagai modal penting untuk menghadirkan penyelenggaraan PORPROV yang sukses dan berkesan.

Tidak hanya membahas PORPROV 2026, Rakerprov KONI Sulsel juga menetapkan arah penyelenggaraan olahraga daerah pada masa mendatang. Salah satu keputusan penting yang dihasilkan adalah penetapan Kabupaten Luwu Timur sebagai tuan rumah PORPROV XIX Sulawesi Selatan Tahun 2030. Penetapan ini menjadi tonggak awal bagi Luwu Timur untuk mempersiapkan diri sebagai pusat kegiatan olahraga provinsi pada empat tahun berikutnya.

Logo Resmi PORPROV Wajo–Bone 2026 Disetujui

Momentum penting lainnya dalam Rakerprov KONI Sulsel 2026 adalah disetujuinya logo resmi PORPROV Sulawesi Selatan XVIII Tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone. “Alhamdulillah resmi disetujui di Rakerprov KONI Sulsel 2026, logo resmi PORPROV Wajo–Bone 2026,” ungkap Sekretaris KONI Bone, Mukhlis, S.Pd., M.Pd.

Menurut Mukhlis, desain logo yang diusulkan dari Kabupaten Bone tersebut sebelumnya juga telah memperoleh persetujuan dari KONI Wajo dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wajo. Sementara untuk maskot, masing-masing daerah akan menghadirkan identitas khasnya sendiri.

Logo resmi PORPROV Sulsel XVIII Tahun 2026 mengangkat tema besar kolaborasi antara Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone. Melalui perpaduan unsur budaya, alam, dan olahraga, logo tersebut menjadi representasi semangat persatuan serta kebanggaan masyarakat kedua daerah.

Desainnya menampilkan tiga lingkaran yang terinspirasi dari simbol Olimpiade. Unsur ini melambangkan persatuan, sportivitas, dan patriotisme seluruh insan olahraga Sulawesi Selatan. Pada bagian tengah logo hadir elemen Songkok Recca’, warisan budaya khas Bone yang dikenal sebagai simbol kehormatan, keberanian, dan persatuan masyarakat.

Kekayaan budaya Wajo ditampilkan melalui motif Sutra Khas Wajo, yang merepresentasikan kreativitas, identitas budaya, dan semangat persaudaraan. Kehadiran motif tersebut menjadi penegasan bahwa olahraga bukan hanya arena kompetisi, tetapi juga ruang memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Visual air yang mengalir turut menjadi bagian penting dalam desain logo. Unsur ini menggambarkan kekayaan sumber daya perairan Bone dan Wajo, sekaligus melambangkan kehidupan, kesejahteraan, dan semangat kebersamaan yang terus mengalir dalam membangun prestasi olahraga.

Sementara itu, gambar ikan gabus, ikon yang lekat dengan Kabupaten Wajo, melambangkan kerja sama, ketangguhan, dan kemampuan bergerak secara harmonis untuk mencapai tujuan bersama. Filosofi tersebut mencerminkan semangat kolektif yang dibutuhkan dalam menyukseskan penyelenggaraan PORPROV.

Di bagian lain, simbol obor api hadir sebagai representasi semangat juang yang tidak pernah padam. Nyala api tersebut menggambarkan tekad para atlet Sulawesi Selatan untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah masing-masing.

Adapun figur kepiting, yang menjadi salah satu identitas khas Bone, melambangkan kecepatan, ketekunan, kekuatan, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi karakter yang mewarnai setiap pertandingan selama PORPROV berlangsung.

Lebih dari sekadar identitas visual, logo PORPROV Sulsel XVIII Tahun 2026 menjadi simbol komitmen bersama antara Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone dalam menyukseskan ajang olahraga terbesar di Sulawesi Selatan. Kolaborasi dua daerah ini diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan yang tidak hanya melahirkan prestasi atlet, tetapi juga memperkuat persaudaraan serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.

Dengan semangat yang digaungkan dalam Rakerprov KONI Sulsel 2026, yakni “Membangun Prestasi Menuju Puncak Juara”, PORPROV Wajo–Bone 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga daerah sekaligus menjadi panggung persatuan yang menyatukan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dalam satu tujuan: meraih prestasi terbaik untuk masa depan olahraga yang lebih gemilang. (*)