BONE– Di momentum sakral peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696, suasana berbeda terasa begitu memasuki ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bone, Senin, 6 April 2026. Bukan hanya karena kehadiran para tokoh penting, tetapi juga karena wajah baru ruang sidang yang kini tampil lebih elegan, tertata, dan berkelas.
Di balik perubahan itu, ada peran sentral dari Sekretariat DPRD Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Hj. Faidah, S.STP. Dengan sentuhan manajerial yang rapi dan visi penataan yang jelas, ia bersama jajaran berhasil menghadirkan atmosfer baru dalam agenda tahunan yang sarat makna tersebut.
Ruang rapat paripurna yang sebelumnya terkesan biasa, kini tampil lebih mewah melalui pembenahan meja-meja anggota DPRD yang ditata dengan estetika dan keseragaman. Tidak hanya itu, perubahan juga terasa hingga ke area luar kantor. Lingkungan yang sebelumnya terlihat semrawut kini bertransformasi menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman dipandang. Taman-taman kantor ditata dengan apik, sementara kolam yang sempat terbengkalai kini kembali hidup dengan air yang jernih dan terawat.
Momentum ini seolah menjadi simbol bahwa pembenahan tidak hanya terjadi pada aspek fisik, tetapi juga mencerminkan semangat baru dalam pelayanan dan tata kelola kelembagaan.
Rapat Paripurna sendiri dipimpin oleh Andi Tenri Walinonong, SH yang dengan khidmat memandu jalannya sidang peringatan HJB ke-696. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Andi Waris Halid Wakil Ketua DPD RI, Hj. Fatmawati Rusdi Wakil Gubernur Provinsi Sulsel, Dr. H. Yasir Machmud, SE., MSi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel, serta Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone H. Andi Akmal Pasluddin.
Kehadiran unsur Forkopimda, pimpinan OPD, camat, kepala desa hingga lurah semakin menegaskan bahwa peringatan HJB bukan sekadar seremoni, melainkan momentum konsolidasi seluruh elemen pembangunan daerah.
Hj. Fatmawati Rusdi Wakil Gubernur Provinsi Sulsel memberikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten Bone yang dinilai progresif meski baru berjalan satu tahun dua bulan. Ia menilai, langkah-langkah pembangunan yang dilakukan telah menunjukkan arah yang jelas dan berdampak nyata.
Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa peringatan HJB ke-696 mengusung tema “Bone To Masseddi Patarompoi Wanua Bone” yang bermakna ajakan untuk bersatu dalam membangun daerah. Menurutnya, tema ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan jiwa untuk memperkuat solidaritas lintas sektor.
Ia juga memaparkan berbagai capaian strategis sepanjang tahun 2025, mulai dari pertumbuhan ekonomi 6,03 persen, inflasi terkendali di angka 2,81 persen, hingga raihan opini WTP ke-10 berturut-turut. Tak hanya itu, Bone juga mencatat prestasi di sektor lingkungan, penanganan stunting, serta mempertahankan posisi sebagai lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan.
Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan sepanjang 329 kilometer, pembukaan akses penerbangan antar daerah, hingga rencana pengembangan Bandara Arung Palakka menjadi bukti nyata percepatan pembangunan. Sementara di sektor sosial, program pendidikan gratis, seragam sekolah, hingga pengangkatan ribuan PPPK menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Namun lebih dari sekadar angka dan capaian, Bupati Bone menekankan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan. Filosofi Bugis seperti “Siatting Lima, Sitonra Ola, Tessipano” hingga pepatah “Rebba Sipatokkong, Mali Siparappe” menjadi pengingat bahwa kemajuan hanya dapat diraih melalui kebersamaan dan saling menguatkan.
Rapat Paripurna HJB ke-696 ini pun menjadi refleksi perjalanan panjang Kabupaten Bone. Di satu sisi, ia menjadi ajang evaluasi atas capaian yang telah diraih, namun di sisi lain juga menjadi titik awal untuk melangkah lebih jauh.
Dan di balik megahnya ruang sidang yang kini tampil baru, terselip pesan sederhana namun kuat: perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dikerjakan dengan kesungguhan. Sekretariat DPRD Bone telah membuktikan itu—bahwa sentuhan pembenahan mampu menghadirkan energi baru bagi wajah kelembagaan, sekaligus memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat. (*)



Tinggalkan Balasan