BONE– Tepuk tangan bergemuruh memenuhi Aula La Mellong, Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Minggu (12/7/2026). Di hadapan ratusan atlet, pelatih, ofisial, dan tamu undangan, Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., secara resmi menutup Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Sulawesi Selatan 2026.
Ketukan penutupan itu bukan sekadar mengakhiri rangkaian pertandingan selama beberapa hari terakhir. Bagi Kabupaten Bone, momen tersebut menjadi penanda keberhasilan menjadi tuan rumah yang mampu menyatukan para pecatur terbaik dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan dalam satu arena sportivitas dan adu strategi.
Di atas papan hitam putih, setiap langkah bidak menyimpan perhitungan. Di luar arena, Kejurprov tahun ini membawa pesan yang lebih besar: membangun karakter, mempererat silaturahmi antardaerah, sekaligus menyiapkan generasi atlet Sulawesi Selatan menuju panggung nasional.
Mengusung tema “Berani Melangkah, Siap Menang”, Kejurprov Catur Sulsel 2026 diikuti 126 atlet dari 13 kabupaten. Kompetisi ini tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi pintu seleksi bagi atlet yang akan membawa nama Sulawesi Selatan pada Kejuaraan Nasional di Tangerang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone menegaskan bahwa catur memiliki nilai yang jauh melampaui sebuah pertandingan.
“Olahraga catur bukan hanya melatih kemampuan berpikir, tetapi juga membentuk karakter, konsentrasi, dan mental yang tangguh. Karena itu, kami berharap catur semakin membudaya di tengah masyarakat dan dapat masuk ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari pembinaan generasi muda,” ujarnya.
Pandangan itu sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone yang menempatkan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Menurut Andi Akmal, pembinaan olahraga bukan hanya mengejar medali, tetapi juga melahirkan generasi yang sehat, disiplin, dan berdaya saing.
“Bersama Bapak Bupati, kami berkomitmen mendukung seluruh cabang olahraga. Melalui olahraga, kita membangun masyarakat yang sehat, memiliki fisik yang kuat, mental yang tangguh, sekaligus mampu melahirkan prestasi yang membanggakan daerah,” katanya.
Keberhasilan penyelenggaraan Kejurprov juga mendapat apresiasi dari Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Muh. Syahrir, S.Pd., M.Si. Menurutnya, kelancaran seluruh rangkaian kegiatan tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bone serta kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
“Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan mewakili Sulawesi Selatan pada Kejuaraan Nasional di Tangerang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Bone atas dukungan yang luar biasa sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh sportivitas,” ungkapnya.
Bagi Percasi Kabupaten Bone, menjadi tuan rumah merupakan kebanggaan tersendiri. Ketua Percasi Bone, Syam Nur, menyebut kepercayaan tersebut menjadi energi baru bagi kepengurusan yang belum lama terbentuk untuk terus mengembangkan olahraga catur di daerah.
“Ini sebuah kehormatan bagi Kabupaten Bone. Dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan olahraga catur dan melahirkan atlet-atlet berprestasi,” katanya.
Menjelang akhir acara, suasana kembali menghangat ketika Wakil Bupati Bone menyampaikan ucapan selamat kepada para juara sekaligus memberikan semangat kepada peserta yang belum berhasil meraih prestasi.
“Selamat kepada para pemenang. Semoga atlet yang terpilih mampu mengharumkan nama Sulawesi Selatan pada Kejuaraan Nasional. Bagi yang belum berhasil, jangan pernah berhenti berlatih karena kesempatan untuk meraih prestasi selalu terbuka,” pesannya.
Ketika papan-papan catur mulai dirapikan dan para atlet saling berjabat tangan, Kejurprov Sulsel 2026 resmi berakhir. Namun bagi Bone, kisahnya belum selesai. Keberhasilan menjadi tuan rumah bukan hanya meninggalkan kesan sebagai penyelenggara yang baik, tetapi juga mempertegas komitmen daerah ini dalam membangun olahraga berbasis pembinaan karakter dan prestasi.
Dari Aula La Mellong, langkah-langkah kecil para pecatur muda kini mengarah ke tujuan yang lebih besar. Di Tangerang nanti, mereka akan membawa nama Sulawesi Selatan. Dan di balik setiap langkah bidak yang mereka mainkan, ada harapan, kerja keras, serta dukungan daerah yang terus percaya bahwa prestasi besar selalu berawal dari satu langkah yang berani. (*)


Tinggalkan Balasan