MAKASSAR– Di bawah pendar lampu pylon yang menyorotkan nama Partai NasDem Sulawesi Selatan, keakraban dan semangat kebersamaan tampak mewarnai pertemuan jajaran pengurus serta para wakil rakyat NasDem pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Usai menggelar konsolidasi dan rapat internal, para legislator bersama jajaran pimpinan berkumpul di halaman depan kantor DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan. Momen itu kemudian diabadikan dalam sebuah foto bersama yang memperlihatkan wajah-wajah kader dengan suasana santai, tetapi tetap memancarkan soliditas.

Di antara barisan kader, Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan yang juga Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, tampil mengenakan kaos putih. Ia berbaur bersama para kader dan wakil rakyat yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Di jajaran pimpinan turut terlihat H. Muhammad anggota DPRD Provinsi Sulsel daru Dapil 7 Bone, Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Provinsi Sulsel bersama sejumlah anggota DPRD dan pengurus partai.

Salah satu sosok yang turut hadir adalah Dr. H. Muslimin, SE., MM, Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Bone sekaligus anggota Komisi III DPRD Bone. Dengan penampilan santai dan mengenakan topi, ia berdiri bersama jajaran kader dalam barisan foto bersama.

Kepalan tangan yang diangkat sejumlah kader menjadi simbol semangat dan kebulatan tekad. Sementara acungan jempol yang terlihat dalam barisan menghadirkan kesan optimistis di tengah suasana penuh keakraban.

Di bawah cahaya neon biru yang menjadi latar nama Partai NasDem, kebersamaan itu bukan sekadar sebuah foto. Ia menjadi gambaran hubungan antara struktur partai dan para wakil rakyat yang terus berupaya menjaga komunikasi serta memperkuat koordinasi dari tingkat provinsi hingga daerah.

Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat sinergi antarkader, menjaga soliditas internal, dan memastikan aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan tetap menjadi bagian penting dalam kerja politik para legislator NasDem.

Dari halaman kantor DPW, semangat itu kemudian dirangkum dalam satu bingkai: berbeda daerah dan posisi, tetapi berdiri dalam satu barisan dengan tekad yang sama untuk terus bekerja dan mengawal kepentingan masyarakat. (*)