BONE — Semangat kompetisi dan energi anak muda mewarnai Lapangan Basket Manunggal Toddopuli, Kabupaten Bone, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak puluhan tim pelajar dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan berkumpul dalam Invitasi Bola Basket (IBB) SMANSA 156 Tahun 2026.
Turnamen yang digelar hingga 29 Agustus 2026 itu resmi dibuka Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. Kehadiran para pelajar bukan sekadar untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun karakter melalui olahraga.
IBB SMANSA 156 mempertandingkan sejumlah kategori. Masing-masing yakni 5 on 5 putra dengan 10 tim, 5 on 5 putri sebanyak 8 tim, 3 on 3 KU-17 putra dan putri masing-masing 12 tim, serta KU-15 putra yang menjadi kategori dengan peserta terbanyak, yakni 19 tim.
Para peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya Bone, Sinjai, Palopo, Makassar, Pinrang, dan Wajo. Pertemuan antarpelajar dari berbagai daerah itu sekaligus membuka ruang silaturahmi dan pengalaman baru di luar arena pertandingan.
Ketua Panitia IBB SMANSA 156, M. Irsyah Febriansyah, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga bola basket.
Lebih dari itu, turnamen juga diarahkan untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.
Di hadapan para peserta, Andi Akmal mengajak generasi muda menjadikan masa sekolah sebagai momentum untuk mempersiapkan masa depan.
Ia mengingatkan bahwa generasi pelajar saat ini merupakan calon pemimpin Indonesia di masa mendatang, termasuk dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Indonesia Emas 2045 pelakunya adalah adik-adik semuanya. Kalian nanti akan menjadi pemimpin di level masing-masing, menjadi eksekutif, TNI, Polri, pemerintah, dan berbagai profesi lainnya. Semuanya ditentukan dari apa yang kita lakukan hari ini.”
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti IBB SMANSA 156 merupakan salah satu pilihan positif bagi anak muda dalam mengisi masa produktif.
“Kalau hari ini kita isi dengan acara yang bermanfaat seperti olahraga, maka tentu kita akan optimistis menatap masa depan.”
Namun, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya datang dari lingkungan pergaulan. Perkembangan teknologi digital dan media sosial juga membutuhkan sikap bijak agar tidak justru menghambat proses belajar dan pengembangan diri.
Andi Akmal berpesan agar pelajar tidak membiarkan penggunaan gawai mengambil terlalu banyak waktu mereka.
“Jangan sampai kita lebih banyak memegang HP daripada membaca buku pelajaran. Kita tidak menghindari media sosial, tetapi gunakan dengan bijak.”
Ia juga mengingatkan para pelajar untuk menjauhi narkoba dan menghindari penggunaan game online secara berlebihan. Menurutnya, masa muda harus diisi dengan aktivitas yang membangun masa depan, bukan kebiasaan yang justru dapat merusak kesempatan untuk berkembang.
Di arena pertandingan, pesan yang sama juga berlaku: menang bukan satu-satunya tujuan.
Andi Akmal menegaskan pentingnya menjaga sportivitas dan bertanding secara sehat tanpa kecurangan.
“Tidak boleh ada kecurangan. Kita harus sportif karena olahraga mengajarkan kita sportivitas.”
Ia juga mengingatkan peserta agar mampu menyikapi hasil pertandingan dengan dewasa. Kemenangan tidak boleh membuat seseorang merasa lebih tinggi dari orang lain, sementara kekalahan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyerah.
“Kepada yang menang, jangan sombong. Harus tetap rendah hati. Kepada yang kalah, jangan terlalu bersedih. Masih ada kesempatan untuk bangkit dan menjadi lebih baik ke depannya.”
Di balik pertandingan dan sorak dukungan penonton, IBB SMANSA 156 juga menyimpan harapan yang lebih besar: lahirnya atlet-atlet muda yang kelak mampu membawa nama Bone dan Sulawesi Selatan ke level yang lebih tinggi.
Wakil Bupati Bone mengapresiasi Kepala UPT SMA Negeri 1 Bone beserta seluruh panitia yang telah bekerja mempersiapkan turnamen tersebut. Menurutnya, menghadirkan peserta dari berbagai kabupaten/kota membutuhkan kerja sama, kebersamaan, dedikasi, dan kerja keras.
Ia berharap IBB SMANSA 156 tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan, tetapi berkembang menjadi bagian dari pembinaan olahraga pelajar.
“Kita berharap dari acara ini nantinya lahir atlet-atlet yang bisa berprestasi di tingkat provinsi maupun tingkat nasional.”
Bagi para peserta dari luar Bone, Andi Akmal juga menyampaikan sambutan khusus. Ia mengajak seluruh kontingen menikmati keramahan Bone dan menjadikan daerah berjuluk Bumi Arung Palakka itu sebagai rumah bersama selama turnamen berlangsung.
“Terima kasih kepada tamu-tamu kita dari luar yang sudah datang ke Bone. Ini kampung kita semuanya. Bertanding secara sportif dan anggap Bone sebagai rumah kita sendiri.”
Hingga 29 Agustus mendatang, lapangan basket Manunggal Toddopuli bukan hanya menjadi tempat perebutan gelar juara. Di sana, para pelajar belajar tentang menang dan kalah, tentang kerja sama dan disiplin, sekaligus tentang bagaimana menjadi pribadi yang mampu menghargai orang lain.
Sebab, pada akhirnya, kemenangan terbesar dari sebuah kompetisi pelajar bukan semata-mata trofi yang dibawa pulang, melainkan karakter, persahabatan, dan pengalaman yang akan terus dibawa jauh setelah pertandingan berakhir. (*)


Tinggalkan Balasan