BONE — Ajakan menjaga kebersihan lingkungan kembali digaungkan di Kabupaten Bone. Pesan itu tampil dalam sebuah kampanye bertajuk “Mari Kita Jaga Kebersihan Kota Tercinta”, yang mengajak masyarakat membangun kebiasaan sederhana: membuang sampah pada tempatnya.
Kampanye tersebut menampilkan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., Wakil Bupati Bone Dr. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone Dray Vibrianto, SIP., M.Si. Kehadiran para pejabat daerah dalam materi kampanye itu menjadi simbol bahwa persoalan kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah.
Dengan latar suasana perkotaan Bone dan kawasan pemerintahan, pesan kampanye dikemas sederhana namun kuat. Sebuah tempat sampah berwarna hijau menjadi bagian utama visual, disertai imbauan agar masyarakat “buanglah sampah pada tempatnya.”
Pesan tersebut sebenarnya sederhana. Namun, di balik kebiasaan membuang satu bungkus makanan, botol plastik, atau selembar kertas ke tempat yang semestinya, terdapat persoalan besar mengenai kualitas lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat.
Kebersihan kota tidak selalu harus dimulai dari program besar. Ia dapat tumbuh dari tindakan kecil yang dilakukan berulang-ulang oleh masyarakat. Ketika kebiasaan membuang sampah pada tempatnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, lingkungan yang bersih bukan lagi sekadar slogan.
Kampanye ini juga membawa pesan yang lebih luas: lingkungan yang bersih berkaitan erat dengan kesehatan dan kenyamanan. Bone yang bersih, indah, dan tertata pada akhirnya akan menjadi ruang hidup yang lebih menyenangkan bagi masyarakat maupun para pendatang.
Pemerintah daerah bersama Dinas Lingkungan Hidup memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan kota. Namun, keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Penyediaan tempat sampah, pengelolaan sampah, hingga kebijakan lingkungan akan sulit memberikan hasil maksimal tanpa kesadaran warga untuk menjaga lingkungan.
Karena itu, ajakan “Bone Bersih, Bone Indah, Bone Maju” dapat dimaknai bukan sekadar kalimat kampanye. Ia merupakan pengingat bahwa wajah sebuah daerah juga tercermin dari cara masyarakat memperlakukan lingkungannya.
Pada akhirnya, menjaga kebersihan Bone bukan pekerjaan satu orang, satu instansi, atau satu kelompok. Setiap warga memiliki peran yang sama. Sebab, kota yang bersih tidak lahir hanya dari petugas kebersihan, tetapi dari masyarakat yang memiliki kepedulian untuk tidak meninggalkan sampah sembarangan.
Dari satu sampah yang dibuang pada tempatnya, sebuah kebiasaan baik bisa dimulai. Dari kebiasaan itu, Bone dapat terus tumbuh menjadi kota yang bersih, sehat, indah, dan nyaman bagi semua. (*)


Tinggalkan Balasan