BONE– Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Merdeka Watampone, Rabu (1/7/2026), ketika peringatan Hari Bhayangkara ke-80 digelar dengan penuh semangat kebersamaan. Di bawah tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk meneguhkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Kabupaten Bone tetap aman dan kondusif.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula Danrem 141/Toddopuli, Wakil Bupati Bone, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta tokoh masyarakat yang bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan hingga acara syukuran yang ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Bone menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Polri yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan dari situasi keamanan yang terjaga. Kepolisian, kata dia, telah menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Saya menjadi saksi. Sejak menjabat sebagai Seklu, kemudian Lurah, Sekcam, Camat, hingga saat ini dipercaya menjadi Bupati Bone, berbagai capaian yang diraih pemerintah tidak pernah lepas dari peran krusial kepolisian dalam menjaga keamanan dan mengayomi masyarakat. Begitu pula dukungan dari TNI, Kejaksaan, dan seluruh unsur Forkopimda,” ungkapnya.
Bupati juga menilai, stabilitas keamanan memiliki hubungan yang erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Kondisi yang aman memberikan ruang bagi aktivitas masyarakat, investasi, dan pembangunan untuk terus bergerak maju.
Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone yang mengalami peningkatan dari 5,4 persen menjadi 7,8 persen. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk kontribusi besar aparat kepolisian dalam menjaga situasi daerah tetap kondusif.
“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Ketika masyarakat merasa aman, roda ekonomi bergerak, investasi tumbuh, dan pembangunan dapat berjalan. Pertumbuhan ekonomi Bone yang meningkat menjadi bukti bahwa keamanan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan Kabupaten Bone selama ini merupakan buah dari kolaborasi seluruh unsur Forkopimda, DPRD, serta seluruh komponen masyarakat. Ia menilai kepemimpinan daerah hanyalah bagian kecil dari sebuah kerja besar yang dibangun melalui semangat kebersamaan.
“Saya bersama Andi Akmal Pasluddin hanyalah sebagian kecil dari keberhasilan ini. Semua yang telah kita capai adalah hasil kolaborasi Forkopimda, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat. Saya berharap sinergi yang telah terbangun selama ini dapat terus dipelihara demi Bone yang semakin aman, maju, dan sejahtera,” tuturnya.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pun menjadi lebih dari sekadar perayaan hari jadi institusi kepolisian. Di tengah kebersamaan yang terjalin, tersirat pesan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan hasil dari kolaborasi seluruh komponen bangsa. Dari Lapangan Merdeka Watampone, semangat pengabdian itu kembali diteguhkan—bahwa menjaga keamanan berarti menjaga harapan, pembangunan, dan masa depan Kabupaten Bone. (*)


Tinggalkan Balasan