BONE – Kabupaten Bone kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Untuk kesebelas kalinya secara berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Bone berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas laporan keuangan daerah.
Capaian yang diraih sejak tahun 2015 hingga 2025 ini menjadi catatan istimewa sekaligus bukti nyata konsistensi Pemerintah Kabupaten Bone dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, SH, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas prestasi yang kembali diraih daerah berjuluk Bumi Arung Palakka tersebut.
“Alhamdulillah, luar biasa. Kabupaten Bone kembali mengukir sejarah dengan meraih opini WTP untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata konsistensi, kedisiplinan, dan komitmen tinggi seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menjaga keuangan rakyat secara transparan, akuntabel, dan taat aturan,” ujarnya.
Menurutnya, mempertahankan opini tertinggi dari BPK RI selama lebih dari satu dekade bukanlah perkara mudah. Hanya sedikit daerah di Indonesia yang mampu menjaga capaian tersebut secara berkelanjutan tanpa pernah terputus.
Prestasi ini, lanjutnya, merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, DPRD, organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh tim pengelola keuangan yang setiap hari bekerja dengan penuh ketelitian dan tanggung jawab.
“Ini adalah buah dari kerja keras bersama. Kepercayaan yang diberikan oleh BPK RI merupakan penghargaan yang sangat berharga sekaligus amanah besar yang harus terus dijaga,” katanya.
Lebih jauh, Andi Tenri Walinonong menegaskan bahwa raihan WTP ke-11 menjadi indikator bahwa pengelolaan anggaran daerah berada pada jalur yang benar. Setiap rupiah yang masuk dan dibelanjakan dapat dipertanggungjawabkan, tercatat dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain itu, prestasi tersebut juga berpotensi meningkatkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap Kabupaten Bone, termasuk membuka peluang memperoleh berbagai insentif fiskal yang dapat mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Kita ingin memastikan bahwa pengelolaan anggaran yang baik benar-benar bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya laporan keuangan yang baik di atas kertas, tetapi juga terlihat nyata dalam pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Sebagai lembaga pengawas, DPRD Kabupaten Bone berkomitmen untuk terus mengawal tata kelola keuangan daerah agar tetap berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak cepat berpuas diri dengan prestasi yang telah diraih.
“Pesan kami, jangan pernah merasa cukup. Prestasi ini harus dijaga, ditingkatkan, dan dibuktikan melalui hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Jalan yang semakin baik, fasilitas kesehatan yang lengkap, sekolah yang berkualitas, serta ekonomi warga yang terus tumbuh dan kuat,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang terus terjaga, Andi Tenri Walinonong optimistis Kabupaten Bone mampu menjadi contoh terbaik dalam tata kelola keuangan daerah, tidak hanya di Sulawesi Selatan tetapi juga di tingkat nasional.
“InsyaAllah Bone bisa. Kita buktikan bahwa Bone mampu menjadi teladan dalam pengelolaan keuangan daerah yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (*)


Tinggalkan Balasan