BONE — Di tengah geliat pembangunan yang berlangsung melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1407/Bone, ada harapan lain yang sedang ditanam di tanah Desa Langi.
Bukan hanya pembangunan jalan, fasilitas umum, maupun sarana fisik lainnya. Di Dusun Batulappa, Desa Langi, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Satgas TMMD menanam bibit pohon alpukat sebagai bagian dari sasaran nonfisik, Minggu (9/8/2026).
Bibit-bibit alpukat itu ditanam bersama masyarakat setempat. Satu per satu bibit dimasukkan ke dalam tanah, lalu ditimbun dan dirawat. Sederhana, tetapi menyimpan harapan yang panjang.
Bagi Satgas TMMD, penanaman pohon tersebut bukan sekadar kegiatan penghijauan. Ada pesan tentang bagaimana pembangunan hari ini diharapkan dapat meninggalkan manfaat bagi masyarakat untuk tahun-tahun mendatang.
Alpukat dipilih karena memiliki dua manfaat sekaligus. Selain membantu menghijaukan lingkungan, tanaman tersebut juga memiliki nilai produktif yang berpotensi menjadi sumber manfaat ekonomi bagi warga.
Dandim 1407/Bone Letkol Inf Laode Muhammad Idrus mengatakan, pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan. Selain itu, tanaman alpukat juga memiliki nilai produktif yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila dirawat dengan baik, pohon alpukat yang ditanam tersebut nantinya dapat menghasilkan buah. Hasilnya bisa dikonsumsi sendiri maupun dijual sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Dengan begitu, program penghijauan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Karena itu, keberhasilan kegiatan tersebut tidak berhenti pada saat bibit ditanam. Perawatan menjadi bagian penting agar pohon-pohon itu dapat tumbuh dan berkembang.
Ia berharap masyarakat ikut menjaga bibit yang telah ditanam sehingga kelak dapat memberikan hasil.
“Harapan kami, pohon yang ditanam hari ini bisa tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kemudian hari,” katanya.
Menanam Hari Ini, Memetik Manfaat Kemudian
Bagi warga Desa Langi, kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membawa perubahan dalam bentuk pembangunan fisik. Program tersebut juga menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan dan lingkungan masyarakat.
Penanaman pohon alpukat disambut positif oleh warga. Mereka melihat kegiatan tersebut sebagai investasi sederhana untuk masa depan desa.
Lingkungan yang lebih hijau menjadi manfaat pertama yang dapat dirasakan. Namun, ketika pohon-pohon itu tumbuh dan mulai berbuah, manfaat lainnya diharapkan menyusul.
“Kami tentu senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Selain lingkungan menjadi lebih hijau, nanti kalau sudah berbuah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar salah seorang warga, Hasna.
Bagi masyarakat, pohon yang ditanam hari ini memang belum memberikan hasil dalam waktu dekat. Tetapi justru di situlah makna dari kegiatan tersebut.
Ada proses yang membutuhkan waktu, ada perawatan yang harus dilakukan, dan ada kesabaran sebelum hasilnya dapat dinikmati.
Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di wilayah Desa Langi. Mereka juga menyatakan komitmen untuk ikut menjaga dan merawat bibit pohon yang telah ditanam.
Dari Dusun Batulappa, bibit-bibit alpukat itu kini menjadi simbol kecil dari sebuah harapan besar: pembangunan yang tidak hanya terlihat hari ini, tetapi juga dapat tumbuh dan memberi manfaat bagi generasi berikutnya.
TMMD pun tidak berhenti pada membangun apa yang tampak. Di antara aktivitas pembangunan, Satgas bersama masyarakat juga menanam sesuatu yang membutuhkan waktu untuk tumbuh—pohon sekaligus harapan. (*)


Tinggalkan Balasan