BONE– Deretan kendaraan tampak mengular di sejumlah SPBU. Wajah-wajah pengendara menyiratkan kegelisahan bukan karena kosongnya tangki, melainkan kekhawatiran akan kabar yang belum tentu benar: kelangkaan bahan bakar. Namun, di balik antrean panjang itu, aparat kepolisian memastikan bahwa situasi sesungguhnya masih terkendali.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan hasil monitoring dari Unit II Ekonomi Satreskrim yang turun langsung ke lapangan, Senin (30/3/2026). Dipimpin oleh Yobel Arihta Perangin Angin, tim melakukan pengecekan di sejumlah SPBU strategis di wilayah hukum Polres Bone.

Di SPBU Biru, Jalan Gatot Subroto, stok solar tercatat masih tersisa sekitar 2.000 liter, sementara Pertalite mencapai 7.000 liter. Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Ahmad Yani di Jalan Jenderal Ahmad Yani, dengan sisa stok solar 3.000 liter dan Pertalite 7.000 liter. Sementara itu, di SPBU Palakka, Jalan MT Haryono, stok solar masih 1.500 liter dan Pertalite 2.500 liter. Semua lokasi menunjukkan pola yang sama: antrean panjang, tetapi distribusi tetap berjalan lancar.

Fenomena ini menjadi ironi tersendiri. Ketika stok masih aman, kepanikan justru menciptakan kesan sebaliknya. Masyarakat berbondong-bondong mengisi bahan bakar, didorong oleh rasa cemas akan kemungkinan kelangkaan. “Penyaluran BBM jenis Solar dan Pertalite saat ini normal, tidak terjadi kelangkaan,” tegas Alvin.

Ia menjelaskan bahwa antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh gangguan distribusi, melainkan meningkatnya permintaan secara tiba-tiba akibat kekhawatiran masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, persepsi bisa lebih kuat daripada fakta.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, aparat tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga langkah-langkah preventif. Petugas mendatangi langsung SPBU, melakukan wawancara dengan pengelola, serta memberikan imbauan agar tidak terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Selain itu, pengelola SPBU juga diminta untuk mengatur arus kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi.

Di tengah dinamika tersebut, satu pesan penting disampaikan: masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Sebab, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, stok BBM di sejumlah SPBU di Bone masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan.

Antrean mungkin masih terlihat panjang hari ini. Namun, seperti ditegaskan aparat, itu bukan pertanda krisis melainkan cerminan dari kecemasan yang perlu diredakan dengan informasi yang benar. (*)