BONE– Deru kuas yang menyapu dinding stadion berpadu dengan semangat para aparatur sipil negara yang sibuk menuangkan ide-ide kreatif mereka. Di dinding Stadion Lapatau Matannatikka, warna mulai menggantikan tembok-tembok polos, menghadirkan suasana baru yang lebih hidup. Bukan sekadar mempercantik kawasan, setiap goresan menjadi simbol kesiapan Kabupaten Bone menyambut tamu-tamu terbaik dari seluruh Sulawesi Selatan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII yang akan digelar November mendatang.
Di tengah aktivitas tersebut, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., hadir meninjau langsung proses pembenahan dan beautifikasi kawasan stadion Rabu, 08 Juli 2026. Mengenakan pakaian jas dinas, ia menyaksikan para personel dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tengah berlomba menghadirkan mural terbaik di area stadion.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, persiapan Porprov bukan hanya soal memastikan arena pertandingan siap digunakan. Lebih dari itu, wajah stadion sebagai salah satu ikon daerah juga harus mampu memberikan kesan pertama yang membanggakan bagi ribuan atlet, ofisial, dan masyarakat yang akan datang ke Bumi Arung Palakka.
“Pembenahan ini kita lakukan agar fasilitas olahraga kita siap sepenuhnya, tidak hanya dari segi fungsi teknis tetapi juga nilai estetika guna menyambut para kontingen se-Sulsel,” ujar Bupati Andi Asman Sulaiman di sela-sela peninjauan.
Kompetisi mural antar-OPD menjadi salah satu cara unik yang ditempuh pemerintah daerah untuk melibatkan seluruh perangkat daerah dalam menyemarakkan persiapan Porprov. Setiap dinding stadion berubah menjadi kanvas besar yang menampilkan identitas, program kerja, hingga pesan-pesan pembangunan yang dikemas secara artistik.
Salah satu karya yang mencuri perhatian hadir dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone. Melalui mural bertema “Bersama Kita Wujudkan Bone Bersih, Hijau, dan Lestari”, DLH menghadirkan visual edukatif tentang pengelolaan sampah, Program Adiwiyata, penghijauan, hingga pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Warna-warna cerah dipadukan dengan ilustrasi yang komunikatif menjadikan mural tersebut bukan hanya indah dipandang, tetapi juga sarat pesan bagi masyarakat.
Di sisi lain, OPD lainnya turut menampilkan beragam karya yang mengangkat potensi daerah, budaya lokal, semangat pelayanan publik, hingga visi pembangunan Kabupaten Bone. Persaingan berlangsung dalam nuansa kebersamaan, menciptakan atmosfer gotong royong yang terasa di seluruh kawasan stadion.
Ajang mural ini pun menjadi bukti bahwa keberhasilan penyelenggaraan Porprov bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia atau dinas teknis semata. Seluruh OPD mengambil bagian, menyumbangkan kreativitas dan tenaga demi menghadirkan wajah Bone yang bersih, indah, dan ramah bagi setiap tamu yang datang.
Ketika Porprov XVIII resmi dibuka pada November nanti, Stadion Lapatau Matannatikka diharapkan tidak hanya menjadi arena lahirnya prestasi olahraga, tetapi juga menjadi etalase yang memperlihatkan semangat kolaborasi, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat Bone dalam menyambut pesta olahraga terbesar tingkat provinsi yang akan digelar bersama Kabupaten Wajo. (*)


Tinggalkan Balasan