
BONE– Di tengah semilir angin desa yang membawa aroma tanah basah, langkah-langkah penuh semangat tampak menyatu di Desa Mallari, Senin (4/5/2026). Ratusan bibit pohon ditanam, bukan sekadar untuk menghijaukan lahan, tetapi juga untuk menumbuhkan harapan baru bagi masa depan.
Aksi penghijauan ini digelar oleh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Kodim 1407/Bone sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 organisasi tersebut. Mengusung semangat kepedulian lingkungan dan pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini menjadi refleksi nyata peran Persit di luar lingkup keluarga militer.
Dipimpin langsung oleh Ketua Persit, Nurfitrianti Laode, para anggota bersama masyarakat setempat bahu-membahu menanam berbagai jenis pohon seperti jati merah, mahoni, sirsak, daun salam, hingga jambu kristal. Suasana kebersamaan terasa hangat, mencerminkan sinergi antara organisasi dan warga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanam bukan hanya pohon, tetapi juga harapan. Harapan akan lingkungan yang lebih hijau, udara yang lebih bersih, serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Nurfitrianti Laode dengan penuh makna.
Bagi Persit, penghijauan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah bentuk komitmen terhadap kelestarian alam di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata. Momentum HUT ke-80 pun menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya hadir dalam dukungan terhadap tugas suami, tetapi juga melalui kontribusi langsung kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar menanam, kegiatan ini juga membawa potensi manfaat jangka panjang. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga di masa depan.
Sambutan hangat datang dari masyarakat Desa Mallari. Warga terlihat antusias ikut terlibat dalam proses penanaman. Salah satunya Rahma, yang mengaku senang dengan kegiatan tersebut.
“Ini sangat bagus, apalagi sekarang cuaca sering tidak menentu. Kami berharap pohon-pohon ini bisa tumbuh dengan baik dan memberi manfaat ke depan,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antara Persit dan masyarakat. “Kami merasa diperhatikan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tambahnya.
Di balik setiap lubang tanah yang digali dan setiap bibit yang ditanam, tersimpan pesan sederhana namun kuat: menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Dan di Desa Mallari hari itu, Persit Kartika Chandra Kirana telah menanam lebih dari sekadar pohon—mereka menanam masa depan. (*)


Tinggalkan Balasan