BONE — Usia bukanlah penghalang untuk berprestasi. Semangat itulah yang ditunjukkan dua siswa SMP Islam Athirah Bone yang berhasil menembus persaingan Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMA. Keduanya memastikan langkah ke tingkat provinsi setelah hasil seleksi OSN Kabupaten Bone diumumkan pada Sabtu (5/7).

Dalam daftar hasil seleksi yang dirilis Kementerian Pendidikan, Ahmad Huzein Djasman berhasil lolos pada bidang Ekonomi, sementara Naurah Athifah Fauzi mengamankan tiket ke OSN tingkat Provinsi pada bidang Informatika. Menariknya, keduanya masih berstatus sebagai siswa kelas IX SMP Islam Athirah Bone, masing-masing dari kelas Asy Syahid dan As Salam.

Capaian ini menjadi bukti bahwa kesempatan dan pembinaan yang tepat mampu membawa peserta didik melampaui batas jenjang pendidikan. Berkompetisi dengan siswa SMA bukan perkara mudah, namun Ahmad dan Naurah berhasil menunjukkan bahwa kemampuan tidak selalu ditentukan oleh usia ataupun tingkat kelas.

Keberhasilan tersebut juga menjadi buah dari proses pembinaan yang berlangsung secara intensif di sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Islam Athirah Bone, Erwin B., S.Pd., Gr., M.E., mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangganya atas prestasi yang diraih para peserta didik.

Menurutnya, sistem pembinaan melalui program karantina berjalan efektif dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi. Selain itu, kebijakan yang memungkinkan siswa SMP mengikuti OSN jenjang SMA menjadi peluang besar untuk mempercepat pengkaderan prestasi di lingkungan Sekolah Islam Athirah.

“Alhamdulillah, tentunya sangat bangga dengan capaian ini. Regulasi yang memungkinkan siswa SMP mengikuti kompetisi nasional di level SMA membantu pengkaderan prestasi lebih cepat di setiap jenjang di Sekolah Islam Athirah. Ini penting untuk memberikan pengalaman kepada mereka dalam bersaing di kompetisi pada level yang lebih tinggi,” ujar Erwin.

Hal senada disampaikan Kepala SMP Islam Athirah Bone. Ia menilai keberhasilan kedua siswanya lahir dari kerja keras, kedisiplinan, dan kemauan belajar yang tinggi selama mengikuti proses pembinaan.

“Alhamdulillah, bisa mengutus siswa kami di level SMA, dan sangat bersyukur mereka benar-benar bekerja keras untuk itu. Semoga mereka tidak cepat berpuas diri. Apalagi ini baru level kabupaten, sehingga perjalanan mereka masih panjang menuju level provinsi hingga nasional,” ungkap kepala sekolah yang akrab disapa Bu Eni.

Keberhasilan Ahmad dan Naurah bukan sekadar menghadirkan kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya. Prestasi ini menunjukkan bahwa keberanian menerima tantangan, disertai pembinaan yang terarah dan kerja keras yang konsisten, mampu membuka jalan menuju pencapaian yang lebih tinggi.

Kini, langkah mereka berlanjut ke OSN tingkat Provinsi. Tantangan tentu akan semakin berat, namun pengalaman menembus seleksi pada jenjang yang lebih tinggi menjadi modal berharga untuk terus mengukir prestasi dan membawa nama SMP Islam Athirah Bone semakin dikenal di tingkat yang lebih luas. (*)