BONE– Malam itu, halaman sebuah rumah sederhana di Kelurahan Toro, Kecamatan Tanete Riattang Timur, dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Layar besar menjadi pusat perhatian. Setiap lagu yang mengalun dari panggung Dangdut Academy D8 disambut tepuk tangan, doa, hingga sorak semangat dari masyarakat yang berkumpul.
Di antara warga yang larut dalam suasana, hadir pula Bupati Bone, . Kehadirannya pada kegiatan nonton bareng (nobar) penampilan Alfian di Audisi Final Grup 1 Dangdut Academy D8, Senin malam (29/6/2026), menjadi pesan bahwa perjuangan generasi muda berprestasi tidak pernah berjalan sendiri.
Bagi masyarakat Bone, Alfian bukan sekadar peserta kompetisi menyanyi. Ia adalah representasi mimpi anak daerah yang berani melangkah ke panggung nasional, membawa identitas dan kebanggaan Kabupaten Bone di hadapan jutaan penonton Indonesia.
Suasana di kediaman Alfian terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Turut hadir Kepala BKPSDM Kabupaten Bone, Camat Tanete Riattang Timur Andi Habibie, keluarga besar Alfian, serta para pendukung yang sejak awal mengikuti perjalanan penyanyi muda tersebut. Kebersamaan itu memperlihatkan bahwa dukungan terhadap sebuah prestasi lahir dari kolaborasi keluarga, pemerintah, dan masyarakat.
Di sela-sela kebersamaan itu, Bupati Bone menyampaikan apresiasi atas keberanian dan kerja keras Alfian yang mampu menembus ajang pencarian bakat tingkat nasional. Menurutnya, capaian tersebut merupakan prestasi yang patut dibanggakan sekaligus didukung oleh seluruh elemen masyarakat.
“Alfian membawa nama Kabupaten Bone di tingkat nasional. Karena itu, mari kita bersama-sama memberikan dukungan dan doa agar ia dapat tampil maksimal serta melaju ke babak berikutnya,” ujar Andi Asman Sulaiman.
Pernyataan itu bukan sekadar ajakan untuk memberikan dukungan melalui suara dan doa. Lebih dari itu, menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah hadir sebagai bagian dari ekosistem yang mendorong lahirnya talenta-talenta muda Bone agar terus berkembang dan percaya diri menembus persaingan di tingkat nasional.
Keberhasilan seorang anak daerah, menurut Bupati, tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga. Prestasi tersebut adalah kebanggaan masyarakat Bone secara keseluruhan. Setiap langkah yang diukir di panggung nasional membawa nama daerah, sekaligus membuka harapan bagi generasi muda lainnya untuk berani bermimpi lebih tinggi.
Malam nobar itu pun menjadi lebih dari sekadar menyaksikan sebuah kompetisi televisi. Ia berubah menjadi ruang kebersamaan, tempat masyarakat Bone menunjukkan bahwa di balik setiap prestasi selalu ada dukungan yang menguatkan.
Dari Kelurahan Toro, semangat itu terus bergema. Sebuah keyakinan bahwa ketika pemerintah, keluarga, dan masyarakat berjalan beriringan, anak-anak daerah memiliki peluang lebih besar untuk mengukir prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Bone di panggung Indonesia. (*)


Tinggalkan Balasan